Waktu Sholat Dhuha Yang Baik Itu Kapan? Ini penjelasanya^_^

Waktu sholat dhuha yang telah ditetapkan oleh para ulama adalah sejak matahari naik sampai condong ke barat pada wilayah Indonesia, yang terbentang selama beberapa jam sejak matahari terbit sampai 15 menit sebelum masuk waktu shalat dzuhur.

Pada artikel ini akan membahas lebih dalam lagi yang mengenai kapan waktu sholat dhuha.

Waktu Terbaik Dalam Sholat Dhuha Supaya Di Mudahkan Rezeki

 

 

waktu sholat dhuha
wajibbaca.com

Waktu yang sangat bagus untuk melakukan sholat dhuha adalah pada akhir dari waktu dhuha yaitu jika mendekati waktu dzuhur. Banyak para muslimin  yang menanyakan tentang persoalan waktu sholat dhuha. kapan waktu dhuha? Bagaimana tata cara sholat dhuha? Dan bagaimana doa sholat dhuha?

Di artikel ini kami hanya memebahas tentang waktu sholat dhuha, jika kamu ingin lebih dalam mengenai sholat dhuha. Anda bisa mencari di sini muklisin.com.

Selanjutnya menurut pendapat para ulama bahwa dijelaskan untuk waktu yang terbaik itu adalah pada saat padang pasir sudah mulai terasa panas atau anak unta sudah beranjak dari tempatnya.

“Waktu sholat dhuaha dimulai dari matahari beranjak naik sampai matahari mendekati pada posisi pertengahan. Tetapai waktu sholat dhuha yang lebih diutamakan adalah pada saat matahari meninggi sudah terasa panas.”

Karena pada waktu itu belum ada jam yang seperti saat ini, maka mereka yang digunakan sebagai patokan adalah tanda-tanda alam seperti sinar matahari atau padang pasir, untuk dijadikan patokan akan masuk awaktu sholat dhuha.

Waktu Sholat Dhuha Yang Lebih Di Utamakan

 

waktu sholat dhuha
pixabay.com

Waktu yang paling terbaik untuk malaksanakan sholat dhuha ialah pada waktu akhir waktu dhuha, yaitu ketika matahari mulai terik, sampai saat-saat mendekati waktu dzuhur, atau juga bisa menggunakan jadwal sholat dhuha.

 “Sholatlah orang-orang yang bertaubat ialah pada ketika berdirinya anak unta karena teriknya matahari.”(HR. Muslim)

Sholat yang dimaksud adalah sholat dhuha, sebagaimana perkataan dari syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syekh Bin Baz yang dijelaskan pada kitab riyadhus Shalihin.

 

Waktu Mulai Sholat Dhuha

 

Tidak sembarang melakukan sholat dhuha karena sholat sunnah ini mempunyai waktu tertentu dlam syariat agama islam. Sebab sholat sunnah ini memiliki waktu yang telah ditentukan dan mempunyai sebab tersendiri, yang tidak sama dengan dengan sholat sunnah yang lainnya.

Adapun mulai waktu sholat dhuha adalah ketika matahari terbit dari sebelah timur, tetapi kita harus membedakan bagaimana waktu syuruq dan waktu dhuha, supaya tidak terjadi kesalaha dalam melaksanakan sholat dhuha.

Sebaiknya kita tunggu kurang lebih 15 menit dari matahari terbit, sampai matahari tersebut kelihatan sudah meninggi. Kemudian laksanakanlah sholat dhuha.

Waktu Akhir Sholat Dhuha

 

Kemudian pada waktu akhir sholat dhuha adalah ketika matahari telah masuk waktu zawallusyamsi. Zawalusyamsi ada dua pengertian yaitu menurut etimologi dan terminologi.

Pertama menurut etimonologi, adalah terdiri dari kata penggalan, zawal berarti tergelincirnya matahari, sehingga jika di gabungkan menjadi matahari tergelincir.

Kedua menurut terminiologi, istilah zawal adalah posisi pada matahari tergelincir dari pusat langit masuk waktu dzuhur. Setelah itu, tidak ada waktu untuk melaksanakan sholat dhuha.

Cara praktis menentukan waktu sholat dhuha adalah pada waktu sholat dzuhur dikurangi 15 menit. Dan ini adalah batas waktu yang mendekati akhir sholat dhuha, oleh karena itu, lebih baiknya di kerjakan sedikit sebelum waktu itu.

Perlu diingat! Sekali lagi, bahwa ini adalah perkiraan batas waktu akhir sholat dhuha kerang lebihnya seperti itu.

Dalil Tentang Waktu Sholat Dhuha

 

Diriwayatkan dari Imam Muslim menerangkan bahwa waktu baik dalam melaksanakan sholat dhuha yaitu ketika matahari sudah mulai muncul atau kelihatan. Barikut adalah dalil tentang sholat dhuha:

 Zaid bin Arqam melihat orang-orang melaksanakan sholat dhuha pada pagi hari. Ia berkata. ” Tidakkah mereka lebih mengtahui bahwa sholat selain waktu ini lebih utama. Seeungguhnya Rasulullah sahallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, shalatnya orang-orang awwabin ialah ketika anak unta mulai merasakan kepanasan.”(HR. Muslim 748)

Sholatnya para awwabin yang dimaksud pada hadist tersebut adalah sholat dhuha, sedangkan Awwabin artinya orang-orang yang suka kembali pada paraturan Allah.

Waktu yang Di Haramkan Untuk Sholat Dhuha

 

Sebelum kamu kelaksanakan sholat dhuha, sebaiknya untuk menggetahui terlebih dahulu tentang waktu-waktu yang diharamkan dalam melaksanakan sholat dhuha secara umum.

Karena hukumnya sholat dhuha adalah sunnah, maka jika kamu malaksanakan pada waktu yang diharamkan oleh syariat islam, bukan pahala ibdah kamu bertambah tetapi malah menjadi dosa.

Berikut ini adalah waktu yang diharamkan dalam melaksanakan sholat dhuha berdasarkan hadist shahih. Dari Ibnu Abbas berkata:

“Datanglah orang-orang yang diridhoi dan ia ridhoi kepada mereka adalah Umar, maka jika ia berkata bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam melarang sholat sesudah waktu subuh hingga waktu matahari bersinar sampai matahari terbenam.”(HR. Bukhari)

Dan hadist dari Uqbah bin Amin berkata bahwa: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sholat pada waktu tiga ini:

  1. Ketika waktu terbit matahari hingga matahari meninggi
  2. Ketika waktu dzuhur hingga tergelincirnya matahari
  3. ketika matahari mulai terbenam.

Berdasarkan hadis dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah melarang sholat pada waktu pertengahan hari tepat (tepat di atas kepala), sampai tergelincirnya matahari kecuali pada hari jum’at.(HR. Abu Dawud) menurut ulama, sholat yang di maksud adalah sholat sunat Tahiyatul Masjid.

Itu adalah waktu-waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat, artinya ketika kita sedang melakukan sholat pada waktu yang di haramkan, maka kita akan mendapat dosa.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

 

Munurut para ulama tidak ada perselihan mengenai minimal jumlah rakaat dalam sholat dhuha yaitu dua rakaat berdasarkan hadist yang disebutkan pada keutamaan sholat dhuha. Namun berbeda pendapat tantang barapa batasan maksimal sholat dhuha.

Pertama, batasan jumlah pada rakaat maksimal adalah 8 rakaat. Ini menurut pendapat mazhab Maliki, Syafi’i dan Hambali. Hadisnya yaitu dari Umi Hani’ radhiallaahu ‘anha,  bahwa beliau ketika memasuki rumahnya pada masa fathu mekah dan beliau ketika itu sedang sholat delapan rakaat.(HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, jumlah rakaat adalah 12 rakaat. menurut pendapat madzhab Hanafi, yang diriwayatkan dari Imam Ahmad  dan pendapat ini lemah.

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

“Barangsiapa yang shalat dhuha dengan 12 rakaat, maka Allah akan membuatkan baginya satu istana di surga.”

Namun hadis ini merupakan hadis dhaif, hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib. Tirmidzi berpendapat, “Hadis ini adalah gharib (asing), tidak di ketahui kecuali dari jalur ini.” Hadis ini di dhaifkan kepada sejumlah ahli hadis, diantaranya Al-Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhis Al-Khabir (2: 20), dan Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah (1: 293).

Ketiga, tidak ada batas maksimal pada rakaat shalat dhuha, karena pendapat ini dikuatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi.

Dikumpulkan fatwa-fatwanya tersebut. As-Suyuthi berpendapat bahwa,”tidak ada terdapat hadis yang membatasi shalat dhuha pada rakaat tertentu, sedangkan pendapat sebagian para ulama bahwasanya batas jumlah rakaat maksimal 12 rakaat adalah pendapat yang tidak mempunyai sandaran sebagai yang telah di isyarat oleh Al-Hafidz Abul Fadl Hajar dan ahli hadist lainya.

Beliau juga membawakan perkataan dari Al-Hafidz Al-Iraqi dalam Ayarh Sunan Tirmizi, “Saya tidak mengtahui seorangpun sahabat atau tabi’in

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *