Tata Cara Sholat Dhuha Berserta Bacaan dan Penjelasanya

Sebelum kita memasuki materi tentang tata cara sholat dhuha, diutamakan untuk mengetahui doa sholat dhuha dan sholat dhuha terlebih dahulu.

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang di anjurkan kepada Nabi Muhammad Saw, yang di kerjakan secara rutin baik dalam keadaan musafi atau berpergian.

Sholat dhuha ini juga di kerjakan secara rutin oleh para sahabat Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu, karena beliau adalah ulama yang selalu di berikan ketaan oleh Allah Swt.

Di dalam hadist belau bersabda: Kekasihku Muhammad Saw telah berwasiat kepadaku dengan tiga hal, apa itu? Yaitu: melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan (ayyaamul bith), dua rakaat sholat dhuha, dan sholat witir sebelum tidur. [Muttafaqun ‘alaihi].

Hadist di atas menerangkan bahwa betapa pentingnya amalan ibadah sunnah tersebut, salah satunya pada sholat dhuha. Fungsi dari ibadah itu sendiri adalah sebagai amala tambahan untuk menyempurnakan ibadah.

Kemudian ada lagi hadist yang di riwayatkan dari At Tirmidzi dan Ibnu Majah yang berkata, ” barang siapa yang membiasakan sholat dhuha secara rutin, maka akan di ampuni dosanya meskipun sebanyak buih di lautan”.

Tata Cara Sholat Dhuha

 

tata cara sholat dhuha
umrohhajiwisata.com

Tata cara sholat dhuha ini sebenernya hampir sama dengan shalat sunnah yang lainnya, yaitu shalat dua rakaat dan satu salam. Shalat sunnah dhuha pastinya tidak sama dengan shalat sunnah yang lainnya perbedaannya yaitu pada nia, doa dan waktu sholat dhuha.

Untuk rakaat shalat paling sedikit adalah 2 rakaat, namu para ulama berkomentar tentang masalah ini, ada yang mengatakan 12 rakaat, dan juga ada yang mengatakan lebih dari itu hingga habis waktunya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri mengerjakan paling sedikit 4 rakaat. Tetapi beliau pernah mengerjakan sholat dhuha 8 rakaat.

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib mengatakan,” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sampai 8 rakaat. Pada setiap 2 rakaat, beliau mengucap salam”.[HR. Abu Dawud]  

Ada banyak juga yang mengenai manfaat sholat dhuha yang terdapat di dalam https://muklisin.com/manfaat-sholat-dhuha/

Niat Sholat Dhuha

 

Niat adalah tata cara sholat dhuha yang paling utam. Mengucap niat pada sholat dhuha hukumnya sunnah menutut madzhab Syafi’i dan Hambali. Niat dalam sholat dhuha adalah untuk mengingatkan hati agar melaksanakan sholat dhuha lebih khusyu’ dalam melaksanakan sholatnya.

Kalau menurut madzhab Maliki dan Hanafi, untuk maslah menucapkan niat ketika sebelum mengangkat kedua tangan dan takbirotul ihram tidak di syariatakan, kecuali bagi orang ynag ragu-ragu dengan niatnya.

Dari pendapat tersebut bahwa niat sholat dhuha cukup dilafalkan di dalam hati saja. Karena mengucap niat sholat adalah khilaful aula (menyalahi atauran) dan bid’ah (tidak ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).

Bacaan sholat dhuha pada umumnya adalah

USSHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.

“ Saya niat mengerjakan shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

Takbirotul Ihram

 

Takbiratul ihram adalah tata cara sholat dhuha juga karena, takbir yang pertama kali dibaca ketika mengerjakan sholat, atau bebagai pembukaan sholat.

Kata takbiratul ihram berarti yang diharamkan dalam melakukan geraka tambahan yang tidak berkaitan dengan shalat.

Cara melakukan gerakan takbirotu ihram

  • Telapak tangan diangkat secara sempurna dan tidak menggenggam
  • Jari-jari telapak tangan tidak boleh lebar,
  • Telapak tangan harus menghadap ke arah kiblat
  • Mengganggakat tangan sampai batas pundak lalu membaca takbir
  • bersedekap secara bersamaan.

Membaca Doa Iftitah

 

Membaca doa iftitah yang di anjurkan adalah yang tergolong dalam tata cara sholat dhuha yaitu:

  1. Do’a iftitah adalah do’a yang dibaca ketika selesai takbirotul ihraom
  2. Setiapa selesai takbir di anjurkan untuk membaca do’a-do’a iftitah
  3. Sebaiknya bacaan iftitah dengan pelan, baik imam, ataupu makmum
  4. Jika makmum yang masbuq (ketinggalan) tidak perlu membaca.

Kesalahan dalam membaca doa iftitah adalah:

  1. Tidak membaca do’a iftitah ketika di berikan kesempatan untuk membaca do’a iftitah
  2. Makmum yang sengaja menyibukan diri membaca doa iftitah, ketika mau rukuk
  3. Ketika imam membaca do’a iftitah yang panjang, lebih baik imam memilih bacaan doa iftitah yang pendek.

Membaca Surah Al-Fatiha

 

Membaca surah al-fatiha adalah rukun shalat fardhu atau sunnah, dan tata cara sholat dhuha juga. Dalil yang diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَا

“Tidak sah shalat seseorang bagi yang tidak membaca surah al-Fatihah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Membaca Surah

 

Menurut para ulama tidak ada hadist yang shahih yang berkenaan dengan membaca surah dala sholat dhuha. Ada yang meriwayatkan bahawa:

صلوا ركعتى الضحى بسورتيهما والشمس وضحاها والضحى

“Shalatlah kalian dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat Ad-dhuha, dan surat was-syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.” (HR. Ad Dailami dari Uqbah bin Amr, yang dicantumkan dalam Jami’ul Ahadits)

Menurut para ulama, hadi ini dhaif. Bahkan menurut Syaikh Nashiruddin Al Albani di dalam shahih wa dha’if jami’us shaghir, hadist tersebut adalah maudhu atau hadist palsu.

Gerakan Rukuk

 

Untuk gerakan rukuk dengan membaca-bacaan tasbih adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيم

“Maha Suci Rabbku Yang Agung.” (dibaca 3 x)

Gerakan I’tidal

 

Setelah selesai rukuk selanjutnya i’tidal, yaitu bangun dari gerakan rukuk sambil mengangkat tangan. Lalu apa yang di baca?

                        رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

 

“Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.”

Gerakan Sujud

 

Sedangkan ketika sujud yaitu dengan membaca :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Maha Suci Rabbku Yang Tinggi.” (dibaca 3 x)

 

Duduk Di Antara Dua Sujud

 

             رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ 

 

“Ya Allah, ampunilah segala dosaku, dan belas kasihinilah aku dan cukuplah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan padaku dan berilah ampunan kepadaku.”

Gerakan Sujud

 

                                                                                             سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Maha Suci Rabbku Yang Tinggi.” (dibaca 3 x)

 

Berdiri Untuk Rakaat Kedua

 

Kemudian gerakan yang kedua sama persis dengan gerakan yang pertama dan bacaannya. Hanya meniru gerakan yang pertama.

 

Membaca Surah Al-Fatiha

 

Membaca shurah al-fatiha adalah rukun shalat fardhu atau sunnah. Dalil yang diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَا

“Tidak sah shalat seseorang bagi yang tidak membaca surah al-Fatihah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Membaca Surah

 

Menurut para ulama tidak ada hadist yang shahih yang berkenaan dengan membaca surah dala sholat dhuha. Ada yang meriwayatkan bahawa:

صلوا ركعتى الضحى بسورتيهما والشمس وضحاها والضحى

“Shalatlah kalian dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat Ad-dhuha, dan surat was-syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.” (HR. Ad Dailami dari Uqbah bin Amr, yang dicantumkan dalam Jami’ul Ahadits)

Menurut para ulama, hadi ini dhaif. Bahkan menurut Syaikh Nashiruddin Al Albani di dalam shahih wa dha’if jami’us shaghir, hadist tersebut adalah maudhu atau hadist palsu

Gerakan Rukuk

 

Untuk gerakan rukuk dengan membaca-bacaan tasbih adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيم

“Maha Suci Rabbku Yang Agung.” (dibaca 3 x)

Gerakan I’tidal

 

Setelah selesai rukuk selanjutnya i’tidal, yaitu bangun dari gerakan rukuk sambil mengangkat tangan. Lalu apa yang di baca?

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

 

“Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.”

Gerakan Sujud

 

Sedangkan ketika sujud yaitu dengan membaca :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Maha Suci Rabbku Yang Tinggi.” (dibaca 3 x)

 

Duduk Di Antara Dua Sujud

 

             رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ 

 

“Ya Allah, ampunilah segala dosaku, dan belas kasihinilah aku dan cukuplah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan padaku dan berilah ampunan kepadaku.”

Gerakan Sujud

 

Dengan membaca kalimat:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Maha Suci Rabbku Yang Tinggi.” (dibaca 3 x)

 

Tasyahud Akhir

 

Untuk bacaan tasyahud akhir merupakan salah satu rukun sholat yang apabila ditinggalkan dengan sengaja maka akan batal sholatnya. Kalau tasyahud awal itu yang di sunnah ab’adh, namun bacaan hanya dalam bacaan akhir yang harus lengkap.

 

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Segala penghormatan hanya milik Allah, dan juga segala keagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada engkau wahai Nabi dan juga rahmat serta keberkah-Nya.
Dan semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami semua dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih, Aku bersaksi tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya’.

Salam

 

Adapun untuk salam dapat di lakukan dengan memalingkan wajah ke arah kanan dan ke kiri sambil mengucapkan lafadz salam.
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
“Semoga keselamatan, rohmat dan barokah Allah selalu tercurah untuk kamu sekalian.”

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *