Rumah Adat Papua Penjelasan, Fungsi dan Makna

Rumah Adat Papua – Selamat datang sobat muklisin, dengan berbagai ragam suku bangsa Indonesia. Baiklah pada kesempatan kali ini yang berbahagia, penulis ingin membuat artikel tentang rumah adat papua yang ada di wilayah bagian timur.

Indonesia merupakan sebuah negara yang banyak memiliki ragam di dalamnya mulai dari sabang sampai maruke. Sebagai negara yang luas dengan berbagai lautan, gunung hingga hutan-hutan yang masih banyak, yang tidak kalah lainya yaitu budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda pada setiap daerah.

Dari wilayah Indonesia bagian timur yaitu salah satu pulau yang terbesar di dunia. Pasti kita sudah tau pulau itu yang banyak memiliki keanekaragaman suku maupun budaya yaitu Papua.

Banyak yang menganggap bahwa papua merupakan wilayah yang sudah di kenal dengan paling primitif di bandingkan dengan wilayah lain.

Meskipun begitu, papua merupakan bagian dari negara berdaulat yang menjunjung tinggi kebudayaan yang berbeda.

Justru wilayah papua ini sangat menguntungkan karena masih banyak terdapat di dalamnya kekayaan yang begitu bervariasi, dalam segi gaya hidup, rumah adat papua, makanan dan juga memiliki bentuk marerial bangunan juga temapat wisata yang masih banyak tersembunyidi dalamnya.

Tak heran jika masyarakat papua banyak berbeda-beda karakteristik dengan daerah lainnya, dari pada itu kita harus menjaga kelestarian budaya yang di miliki. Salah satunya kita harus mengtahui berbagai macam kebudayaan dan keunikan yang ada di Papua.

Didalam artikel ini menjelaskan tentang macam-macam rumah adat papua berikut secara penjelasanya.

Nama Rumah Adat Papua

 

rumah adat papua
kliping.co

Dulunya daerah Papua disebut dengan nama Irian Barat sejak tahun 1969 sampai 1973. Kemudian berganti lagi menjadi Irian Jaya sampai tahun 2002, sampai saat ini berubah lagi menjadi daerah Papua yang dikeluarkannya UU No. 21/2001 Otonomi khusus papua.

Luas wilayah Papua adalah 410.480.000 ha dengan lautan sepanjang 28.000 km2. atau berkisaran kurang lebih 20% dari seluruh wilayah Indonesia.

Dengan berbagai macam jenis flora dan fauna, yang menjadikan wilayah papua ini termasuk sebuah kekayaan untuk Indonesia. Selain itu, ada banyak sumber daya alam yang melimpah seperti, minyak bumi, gas alam, dan aneka bahan pertambanga.

Suku ras papua cukup banyak ada sekitar 193 suku bangsa, pada setiap sukunya terdapat bahasa yang berbeda-beda. Salah satunya suku yang sering kita tahu yaitu suku bangsa Asmat, Kamoro, dan Dani Sentani yang merupakan suku yang paling baik.

1. Rumah Adat Honai Papua

 

rumah adat honai papua
lengkapkbudayaan.com

Honai merupakan salah satu rumah adat papua yang di tempati pada suku Dani yang bisa di lihat pada lembah dan pergunungan pada dataran tinggi. Di tempat ini juga masih banyak ditemukan lembah Baliem atau Wamena dengan suku lain yang menempatinya.

Bentuk bangunan tersebut seperti kerucut yang terbuat dari kayu dan dari jerami murni yang di ambil dari alam.

Bangunan rumah honai ini dengan ruangan cukup agak sempit untuk beberapa keluarga yang tampa jendela, karena bertujuan untunk menahan dinginnya angin malam dari pegunungan.

Bisa di bilang rumah ini memiliki bangunan yang tingginya mencapai 2.5 meter pada bagian tengah juga berbentuk lingkaran untuk membuat api supaya menjadi penghangat.

Macam Rumah Honai

 

Pada dasarnya suku yang ada di Papua bernama suku dani, dengan menyebutnya sebagai sebuatan Sili. Suku Dani ini merupakan Suku yang paling lama dari pada suku-suku yang lain.

Kata Honai yang berasal dari dua kata, yaitu Hun berarti pria yang sudah dewasa, dan Ai berarti sebuah rumah.

Sedangkan kata Ebeai yang berarti seorang perempuan , yang berasal dari kata Ebe berarti tumbuh dan Ai berarti sebuah rumah. Kemudian kata Wamai berarti temapat tinggal rumah hewan.

Sejak ratusan tahun lalu suku ini di kenal sebagai sebagai petani yang menggunakan alat seperti kapak batu pisau yang terbuat dari tulang, bambu dan tombak yang dibuat sendiri yang sudah terkenal dengan kuat dan berat.

Bentuk Bangunan Rumah Honai

 

bentuk bangunan rumah honai
adat-tradisional.blogspot.com

Untuk bangunan rumah Honai ini yang memiliki tinggi bangunan rumah kurang lebih 2,5 meter dengan luas 2,5 meter. Rumah ini bisa di bilang cukup unik tapi menarik, karena bangunan ini kecil dan hanya bisa untuk 3 atau 4 orang saja.

Biasanya bangunan ini bisa di lihat dari lembah-lembah dan pegunungan. Suhu udaranya juga dingin terutama pada puncak Jayawijaya yang berada di ketinggian 2.500 meter dari atas permuakaan laut.

Karena itu suku Honai jika ingin membuat rumah, mereka membuat rumah padadataran rendah supaya tidak kedinginan  dan memiliki satu pintu tanpa jendela. Untuk mengindari dari binatng buas.

Bangunan rumah adat Papua ini menjadi 2 lantai. Untuk lantai pertama berfungsi sebagai menyangga rumah, yang lantai kedua yaitu berfungsi untuk tempat tidur, istirahat, makan dan perkumpulan keluarga.

Pada ketika malam hari untuk penerangan rumah hanya menggunakan kayu bakar yang di letakan pada bagian tengah rumah. Sedangkan untuk penghangatkan badan bisa mereka gunakan dengan bara api.

Fungsi Rumah Honai

Tidak hanya sebagai bangunan saja, tetapi Fungsi yang utama pada rumah Honai sebagai tempat tinggal. Namun masih ada fungsi lain yang bisa di gunakan seperti di bawah ini:

  • Sebagai tempat untuk merencanakan strategi perang, jika terjadi perperangan.
  • Untuk ruang kelas supaya bisa mengajarkan ke pada murit agar bisa dimanfaatkan untuk sukunya.
  • Bisa juga digunakan untuk menyimpan barang-barang warisan dari nenek moyang mereka supaya di jaga.
  • Dan sebagai tempat penyimanan alat-alat berburu dan barang peninggalan.

Tata Ruang Rumah Honai

Tata Ruang rumah adat honai
rumahadatdiindonesia.blogspot.com

Pada tata ruang rumah honai yang memiliki dua lantai dalam satu bangunan, pada dasarnya rumah ini cukup sederhana. Karena lantai pertama digunakan untuk kebiasaan harian.

Kemudian lantai yang kedua digunakan sebagai tampat tidur, kita tahu bahawa ruangannya yang kurang cukup untuk satu kelurga.

Mereka sudah biasa dengan hidup di alam belantara apapun bahaya yang di hadapi merka. Bahkan untuk makan pun mereka harus mencari dari berbagai macam makanan khas papua yang ada di hutan.

Makna Rumah Honai

 

Rumah Honai ini bukan hanya digunakan sebagai bangunan saja atau sebagai tempat tinggal. Tetapi rumah Honai juga yang di anggap sebagai tempat belajar atau kegiatan lainnya.

Rumah honai untuk pria adalah digunakan sebagai tempat mendidik pemuda-pemuda tentang bagaimana cara bertahan hidup yang menjadi pemuda yang bertanggung jawab atas bangsanya.

Sementara itu, rumah untuk perempuan adalah sebagai pengajar bagi para gadis dan anak perempuan belajar tentang bagaimana cara berrumah tangga sampai mereka menjadi keluarga.

2. Rumah Adat Rumsram

 

Rumah Adat Rumsram
www.skyscrapercity.com

Rumah Rumsram ini adalah ruamah adat yang ada di Biar Numfor. Yang dibangun untuk tempat tinggal anak laki-laki yang sudah tidak boleh tidur bareng bersama kedua orang tuanya.

Rumah suku adat Biar Numfor di daerah dekat pantau utara pantai. Yang hampir mirip dengan rumah adat Kariwari sama juga hanya di khususkan untuk laki-laki. Bahkan wanita di larang untuk masuk rumah tesebut.

Bangunan Rumah Adat Rumsram

 

Bangunan rumah adat ini memiliki bentuk seperti perahu yang membalik. Hal ini karena kebanyakan mata pencarian mereka yang menggunakan perahu sebagai alat bantu untuk mencari ikan di laut.

Bahkan semua bangungan tersebut di buat dengan alat sederhana, yang bisa mereka cari di alamnya seperti pada kulit kayu, daun sagu, dan bambu. Dengan dinding yang terbuat dari bambu, lantainya dari kulit kayu, dan atapnya dari daun sagu.

Satu rumah ini memiliki 2 pintu utama yaitu pintu bagian depan dan pintu bagian belakang berserta beberapa jendela.

Tata Ruang Rumah Adat Rumsram

 

Bangunan ini yang memiliki tinggi rumah adat Rumsram mencapai 8 meter dengan 2 ruangan di dalanya. Pada bagian yang pertama yang di jadikan sebagai ruang terbuka dan hanya ada kolom ynag nampak.

Pada rumah inilah anak laki-laki yang di ajarkan untuk beberapa cara yang bersifat peaktis. seperti membuat perisai, memahat, perahu, dan membuat tato.

3. Rumah Adat kariwari

 

Rumah Adat kariwari
www.vr-tmii.com/

Rumah Kariwari adalah rumah yang terdiri atas dua lantai hampir sama dengan rumah adat Rumsram hanya yang beda pada tempatnya.

Rumah adat ini juga merupakan rumah adat duku Tobati-enggros yang tinggi di sekitar panati Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua.

Kalau rumah adat Kariwari ini seluruhnya digunakan sebagai tempat pameran antara lain foto-foto yang berukuran besar, berbagai macam bentuk patung, Asmat, panah beracun, perahu semang, kerang sebagai mata uang.

Pakaian perang dan pakaian adat upacara kepala suku, koteka, serta patung yang memeragakan upacara pembuatan teradisi mereka yaitu pembuatan tato bangai yang telah dewasa.

Bangunan Rumah Adat Kariwari

Bangunan Rumah Adat Kariwari
indonesiakaya.com

Dari sisi Bentuk bangunan yang seperti limas segi empat pada atap yang berbentik seperti kerucut. Bangunan ini lebih kuat di bandingkan rumah-rumah yang lain, karena rumah ini lebih kuat untuk menahan angin yang cukup kencang.

Yang dimana betuk kerucut tersebut yang memiliki makna tersendiri yaitu yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat bertujuan untuk mendekat diri dari dengan roh para leluhur.

Bangunannya juga cukup menarik karena mempunyai 8 buah kayu utuh sebagai kerangka yang di sambung dengan tali.

Untuk jenis kayu yang digunaka adalah jenis kayu besi, sedangkan kayu utuh itu berfingsi untuk menjaga keseimbangan  bangunan rumah.

Tata Ruang Rumah Adat Kariwari

 

Untuk bagian ruang rumah adat Kariwari yang mempunyai ketinggian sekitar 20 sampai 30 meter. Sedangkan pada bagian diameter lingkaran yang mencapai 8 sampai 12 meter. Pada bangunan tersebut yang di bagi menjadi 3 ruang bagian, yang paling bawak itu hanya untuk belajar kaum laki-laki.

Kemudian kalau lantai yang tengah itu digunakan sebagai tempat tidur dan sebagai tempat kumpulan para suku.

Untuk yang paling atas dijadikan sebagai tempat meditasi supaya menambah semangat daya juang, emosi dan berdoa.

Rumah Adat Papua Barat

 

rumah adat papua barat
beritahati.com

Masing-masing rumah adat memiliki keistimewaan tersendiri dan ciri khasnya sendiri. Rumah Papua Barat dan Timur adalah sama-sama disebuat rumah adat honai. rumah Papua barat yang didirikan oleh suku Arfak dikenal dengan nama Mod Aki Aksa yang artinya rumah kaki seribu.

Bisa kita bayangkan bagaimana rumah Honai ini dibangun dengan alat yang seadanya, karena tempat mereka jauh dari perkotaan sehingga mereka menggunakan alat musik papua tradisonal.

Rumah ini yang terdiri dari satu lantai dengan atap yang dibuat dari daun-daun sagu atau daun yang bis dijadikan sebagai atap rumah. Kemudian di desain berbentuk kerucut serta atapnya terbuat dari jerami dan tidak memiliki jendela cuma ada pintu yang kecil.

Rumah yang tertutup sehingga ketika waktu malam tidak merasakan kedinginan, karena manfaat membuat rumah seperti itu supaya untuk menahan dinginya cuaca.

Bisa disebuat juga rumah ini, rumah kaki seribu, Karena memiliki tiang penyangga rumah banyak yang menggunakan kayu sebagai penyangga pada bagian bawah rumah.

Rumah Adat Papua Timur

 

rumah adat papua timur
ibnudin.net

Seperti yang telah kita ketahui diatas, rumah adat Papua Timur sama dengan Papua Barat yaitu Honai. Adapula rumah adat Papua yang disebut dengan Ebe’ai, yaitu rumah masyarakat Papua yang ditempati oleh kaum wanita. Rumah adat Papua Ebe’ai ini memiliki bentuk khas tersendiri.

Tinggi rumah hanya sekitar 1 sampai 2 meter dengan letak tempat api penghangat yang berada di bagian tengah rumah. Udara yang di dalam rumah didapatkan dari bagian atas atap jerami serta pada bagian dinding-dinding kayu yang masuk lewat lubang-lubang kecil aliran udara yang menjadikan sejuk.

Sehingga begitu terasa ke seluruh bagian tubuh. Jika suhu udara sudah mulai dingin maka perapian yang ada pada bagian tengah rumah tinggal dinyalakan untuk penghangat.

Upacara dan Ritual Adat Papua

 

1. Pesta Bakar Batu

 

mempunyai makna tradisi untuk merayakan pesta dengan membakar batu. Dan merupakan sebuah ritual tradisional Papua yang sudah dilakukan sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas berkat yang melimpah (kata mereka), pernikahan, penyambutan tamu agung, dan juga sebagai upacara kematian.

Selain itu, upacara ini juga dilakukan sebagai bukti perdamaian kepada suku lain setelah terjadi perang antar-suku.

Ketika memasak dan mengolah makanan untuk pesta bakar batu tersebut, suku-suku di Papua menggunakan tradisi yang telah di ajarkan kepada nenek moyang mereka. Tiap daerah dan suku di kawasan Lembah Baliem memiliki istilah sendiri untuk merujuk atau bakar batu.

2. Upacara Potong Jari

 

Tradisi potong jari ini hanya terjadi di daerah papua, terkadang butuh waktu yang begitu lama untuk mengembalikan rasa sakit yang terpendam dan tidak jarang masih membekas dihati.

Lain halnya dengan masyarakat di daerah pegunungan tengah Papua yang banyak merasa kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarganya yang meninggal

Melainkan ada tradisi yang diwajibkan oleh masyarakat Papua saat ada anggota keluarga atau kerabat dekat yang meninggal dunia. Tradisi yang diwajibkan adalah tradisi potong jari.

3. Upacara Tanam Sasi (Papua Barat, Marauke)

 

Di suku Marin, yang bisa kita temui di Kabupaten Merauke, terdapat upacara Tanam Sasi, yang dilakukan sebagaian dari rangkaian upacara kematian.

Sasi (sejenis tumbuhan) yang akan ditanam selama 40 hari setelah kematian seseorang dan akan dicabut kembali setelah 1.000 hari. Biasanya budaya Asmat yang sudah terkenal dengan ukiran dan souvenir hingga ke mancanegara. Ukiran Asmat tersebut memiliki empat makna dan fungsi, masing-masing:

1. Melambangkan kedatangan roh nenek moyang;
2. Untuk menyatakan tentang rasa sedih dan bahagia;
3. Sebagai lambang kepercayaan dengan adanya berbagai macam yang ada
4. Melambangkan keindahan dan gambaran memori nenek moyang.

4. Upacara Perkawinan

 

Semua orang pasti ingin menikah Dengan demikian masyarakat Papua baik yang di daerah pantai maupun daerah pegunungan. Mereka memiliki atauran sendiri untuk menetapkan peraturan adat.

Yaitu pada yang intinya agar masyarakat tidak melanggar dan tidak terjadi berbagai keributan yang tidak di inginkan. Dalam tradisi mereka perkawinan yang di tetapkan orang tua dari pihak laki-laki untuk berhak membayar mas kawin sebagai tanda pembelian terhadap perempuan atau wanita tersebut.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *