pangalaman pribadi

Pengalaman Pribadi Yang Tak Terlupakan

Pengalaman Pribadi – Pengalaman pribadi merupakan lembar kejadian yang menarik untuk diangkat menjadi cerita. Terutama jika kejadiannya yang sudah berlalu dan masalah di dalamnya sudah selesai. 

pengalaman pribadi
muklisin.com

Baiklah, saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya besama teman-teman untuk menghabiskan waktu bermain saya bersama teman-teman, kalau waktu sekarang sih kayaknya sudah ngak bisa lagi, ya karena sudah sibuk memikrikan pekerjaan mereka sendiri-sendiri. Tapi meskipun begitu kami masih sering silaturami. Kadang juga teringat adakalnya sedih dan kadang pula bahagia.

Sedih: karena terpisah dengan kebiasaan dan cerianya.

Bahagia: karena sudah mengingat bermain bersama.

Memang kalu cerita tentang pengalaman pribadi masa kecil kita ceritakan ngak ada habisnya. Nah saya akan menceritakan pengalaman dengan bahasa saya sendiri.

Saya ceritakan dari bangun tidur sampai tidur lagi, emang lagunya mbah surip, biasanya sih saya waktu kecil ketika subuh itu selalu di bangunkan untuk shalat subuh, itu pun belum tentu saya bangun dan langsung shalat kadang juga tidur lagi.

Setelah itu saya mengaji yang diajarkan oleh kakak saya. Sebenernya ada 9 bersaudara dan saya anak bungsu, Alhamduliah kakak–kakak saya perhatian semua dengan saya.
Karena terbiasanya waktu kecil itu sudah biasa dicerminkan ketika dewasa.

 

Nah biasanya sih setelah shalat subuh dilanjutkan lagi untuk mandi setiap pagi selesai shalat subuh.
Beda lo, diwaktu kecil masih disuruh-suruh untuk shalat, kalo sekarag sudah dewasa sudah wajib shalat berjamaah dimasjid.

Lebih lengkap lagi baca di sini https://muklisin.com

Pengalaman Pribadi Sarapan Sagi

 

Kemudian setelah selesai mandi pagi saya melanjutkan untuk sarapan pagi. Biasanya saya sarapan nasi goreng karena diwaktu kecil sukanya nasi goreng dan nasi uduk yang langsung di buatkan ibu.

Coba deh nanti teman-teman tanya dengan orang tua kalian, terutama kepada ibu kalian, yang telah berkorban demi mendidik dan membesarkan kita sampai dewasa. Kalo saya sih, lebih sayangnya sama ibu, karena ibu lah kita bisa bicara, sampai bisa berjalan jadi ibu lah yang patut kita hormati di bandingkan dengan ayah. Benar ngak!

 

Ada 5 hal kasih sayang ibu kepada anaknya:

1. Sabar dalam mengandungan
2. Memberikan pendidikmu
3. Memberikan kasih sayang yang tulus
4. Memjagamu dan meraawatmu
5. Menjadi orang yang pertama membela.

Karena itulah perjuangan ibu sangatlah berat, Kita seharusnya patut berterima kasih kepada ibu. kenapa saya lebih perhatian kepada ibu? karena surga itu di bawah telapak kaki ibu.

Pengalaman Pribadi Pergi Ke Sekolah

 

Setelah selesai dari sarapan pagi persiapan untuk berangkat ke sekolah, biasanya sih kalu gak dianter dengan orang tua, ya sama teman-teman waktu itu saya masih SD, karena dulu saya gak TK jadi langsung masuk SD saja.

Saya memang tidak suka sekolah di TK. Ketika itu saya umur 6 tahun,

Awal masuk sekolah jam 07.00 selesai jam 09.30 pagi. Karena dulu masih SD kan jadi masih suka meregek, minta dibelikan mainan. Sampai akhirnya, saya sampai naik dikelas 5 masih suka yang bermain dikelas. Sampai-sampai ketika mau kenaikan kelas 6. Nilai saya kurang meyakinkan untuk naik dikelas 6, akhirnya saya naik untuk percobaan.

Kalau misalkan nilai nih turun udah pasti diturunkan ke kelas 5 lagi. Dan alhamdulilah selesai sampai kelas 6 dengan nilai yang memuaskan. Kadang saya kalo mau main harus bilang dulu keorang tua, kadang juga teman-teman sering kerumah untuk main bareng. Sebenernya banyak permainan yang saya sukai sih tapi saya lebih suka bermain bola, ya jadi bagi saya bermain bola hal paling diutamakan dari pada permainan yang lain.

 

Kadang juga saya pergi keladang dangan orang tua, hanya untuk mencari ikan saja. Ya lumayan hanya untuk mencari ikan. Biasanya kalo bermain inginnya berenag mandi didekat sawah dengan teman-teman. Ya walaupun belum bisa berenag hanya bersenang-senang saja.

 

Bisa bermain sama teman-teman, ini juga merupakan kenangan yang tak terlupakan di masa kecil, nanti suatu saat kalau kita sudah besar hanya membuat kenangan cerita seru di masa kecil.

 

Pengalaman Pribadi Waktu Disiang Hari

 

Orang tua juga mengizinkan kalau anaknya ingin bermain di waktu siang, asalkan makan di rumah dan shalat dzuhur berjamaah, ini pesan orang tua yang lebih penting bagi saya ketika masih kecil. Saya lanjutkan lagi bermain waktu siang sama teman, biasanya saya kalau waktu siang bermain kelereng di halaman sekolah, itu sudah adat kami bermain di desa saya.

 

Umumnya memang seperti ini, terkadang kita setiap bermain kelereng ada rasa senang dan ingin mencoba untuk mengalahkan teman-teman saya. Ini merupakan permainan tantangan bagi teman-teman saya, akan tetapi bermain kelereng di sini juga tidak ada bermain secara kasar.

 

Nah saya bermain kelereng ini merupakan kesempatan untuk melawan teman-teman saya, sebab saya waktu itu ketika main kelereng sudah terbiasa menang.

 

Terkadang juga sering kalah main sama teman, namanya bermain waktu kecil sudah terbiasa menang ataupun kalah. Nah biasanya setiap saya bermain kelereng banyak teman-teman ingin melawan saya, entah kenapa? Padahal bermain kelereng banyak juga yang lebih hebat dari saya.

Dulu waktu kecil permainan kelereng adalah hobi teman-teman semasa kecil, terkadang kita cara bermainnya berbeda dengan yang lain.

 

Kalau di tempat saya cara bermain kelereng biasanya memakai kotak yang kecil, lalu kotak itu digambar di atas tanah dan di dalam kotak nanti berisi kelereng teman. Biasanya orang yang paling banyak mengambil kelereng pasti dia yang paling menang di dalam bermaintersebut.

 

Selesai bermain kelereng cuma sampai jam 15.00 sore. Ini juga pesan dari orang tua seperti itu, karena jam 15.00 sore sudah waktunya mendengar azan shalat ashar, agar aktifitas kita untuk di tunda sementara.

Pengalaman Pribadi Waktu Sore Hari

 

kalau pengalaman saya di waktu sore biasanya sih bermain bola, dilapangan depan rumah sudah terbiasa didepan rumah saya untuk bermain bola. Jadi ya asik setiap sore bisa langsung main bola, walaupun bolanya.

Saya dan kakak saya susanto kalo di kampung sudah ngak heran lagi kalo main bola sudah palig jago lah kalo soal main bola.

Sering juga kami bertanding bola melawan kampung sebelah, bahkan orang tua tidak mengizinkan kami tetap bermain bola. ketika pulang kerumah, karena selesai main bola waktu azan magrib. pasti dimarahin meskipun begitu kami masih tetap bermain bola.

memang sih kita tidak boleh membantah atau melawan orang tua, hanya sekedar hobi saja saya sampai tiak mengerti apa yang orang tua bicarakan.

 

Terkadang kala saya pikir-pikir nih, main bola sama teman-teman sangat seru dan membahagiakan. Jadi banyak juga teman-teman yang mulai bakat.

Main bola juga ada peraturan nya seperti opsite, hand, dan pinalti. Teman-teman masih banyak yang belum tahu tentang aturan main bola.

 

Terkadang teman main nya sih biasa, intinya biasa bermain bola.

Yah, sekian yang saya buat muda-mudahan kita tidak lupa degan pengalaman masa kecil dan apa yang saya tulis ini benar-benar dari saya. Kurang lebihnya saya minta maaf, sekian terima kasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *