Doa Sebelum Tidur dan Bacaan Dzikir Sebelum Tidur

Doa sebelum tidur adalah salah satu doa atau dzikir yang dianjurkan oleh Rasulallah saw yang dibaca sebelum tidur. Rasulullah saw memberikan tuntunan kepada umatnya agar tidur di awal malam dan tidak bergadang jika tidak ada keperluan, kerena nabi saw bersabda:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ، وَلَا ي

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum isya’ dan beliau tidak menyukai obrolan setelah isya’. (HR. Ahmad, no.19781 dan Ibn Khuzaimah, no. 1339)

Macam Sunnah Dzikir dan Doa Sebelum Tidur

 

Adapun sunah-sunnah yang dianjurkan oleh nabi shalallahualaihi wa sallam adalah sebagai berikut:

1. Mengambil Air Wudhu Sebelum Tidur

 

Sebelum beranjak tidur kita disunnahkan untuk mengambil air wudhu seperti mengambil wudhu ketika hendak shalat, sebagaimana dalam hadis yang dijelaskan:

*إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ*

“Apabila Engkau hendak tidur berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat” (HR. Hukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

 

2. Membaca Dzikir Sebelum Tidur

 

Selanjutnya yaitu disunnahkan untuk membaca dzikir setelah berwudhu, dengan mengucapkan kalimat hamdalah “alhamdulilah (الحمد لله), mengucap tasbiih “subhanallah (سبحان الله)” dan mengucap takbir “Allahu-akbar (الله أكبر).

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist di bawah ini:

Jika kalian berbaring diatas tempat tidur, maka ucapkanlah takbir 34 kali, tahmid 33 kali, dan tasbih 33 kali. Itu lebi baik bagi kalian daripada pembantu.

3. Membaca Ayat Kursi

 

Kemudian disunnahkan untuk membaca ayat kursi, ayat kursi adalah ayat yang sangat istimewah, sebagai perlindungan dari gangguan syitan, agar dijauhkan dari bisikan syitan di sunnahkan untuk membaca ayat kursi dibawah ini:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya): tidak tidur dan tidak mengantuk. Kepunyaan-Nya apa yang ada dilangit dan dibumi. Tiada yang memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang dihadpan mereka dan di belakang mereka, dan merekapun tidak mengetahui apa-apa ilmu allah melainkan apa yang telah dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi Lagi Maha Besar. (Al-Baqarah :255)

Dan hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menugaskan aku menjaga harta zakat ramadhan kemudian ada seorang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu melanjutkan ceritanya sampai orang tersebut mengatakan, “Jika kami hendak berbaring di atas tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan mendapatimu sampai pagi”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang tekah dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu adalah syetan”.(HR. Buhkari no. 3275)

4. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

 

 

Kemudian tiupkan ke dua telapak tangan, lalu usapkan dari bagian kepala sampai seluruh bagian kepada yang dapat dijangkau oleh tangan hingga ujung kaki. Sebagaimana yang telah jelaskan dalam hadis tentang mengusap tubuh dengan menggunakan kedua tangan.

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam ketika berada ditempat tidur disetiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ‘Qul huwallahu ahad’ (surah Al Ikhlas), ‘Qul a’udzubbil falaq'(surat Al Falaq) dan ‘Qul a’udzu birobbil naas’ (surah An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.(HR. Bukhari no. 5017)

5. Berbaring Pada Posisi Kanan Tubuh

 

Tidur merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi umat muslim. Karena pada saat kita tidur tanpa tidak sadar apa yang telah kita lakukan pada saat tidur. Hendaknya seorang muslim untuk menjaga adabnya. Bagiaman dengan kalian?

Dari pada itu, hendaklah untuk mendahulukan posisi sebelum tidur pada posisi sebelah kanan atau rusup kanan sebagai tumpuan dan tangan kanan berada dibawah pipi kanannya.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.”

Baca juga: doa mandi wajib

Membaca Doa-Doa Sebelum Tidur

 

https://muklisin.com

Doa Sebelum Tidur Latin

 

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

BISMIKA ALLAHUMMA AHYAA WA BISMIKA AMUUT(U)

Artinya :
“Dengan nama-Mu Ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.”

Dan sebagaimana didalam hadist beliau bersabda:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

“Apabila Nabi shalallallahu alaihi wasalam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismikallahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, YA ALLAH AKU MATI DAN AKU HIDUP).” (HR. Bukhari no. 6324)

Membaca Niat Sebelum Tidur

 

 

Sebelum tidur berniatlah untuk shalat malam (qiyamull lail) dan akhirilah segala dengan membaca dzikir dan ditambah dengan membaca doa sebelum tidur :

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَا وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

“Ya Allah, aku tunjukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sadarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa tajut dan penuh harapan kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian ketika kita tiba-tiba terjaga namun kemudian keadaan masih mengantuk sebelum memejamkan mata kembali maka disunnahkan untuk membaca doa ini:

لا إله إلا الله, وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, وهو على كل شيء قدير, الحمد لله, وسبحان الله, ولا إله إلا الله, والله أكبر, ولا حول ولا قوة إلا بالله

“Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, Alhamdulillaah, wa Subhaanallaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”

“Segala puji bagi Allah tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerjaan dan kekuasaan untuk bagi segala pujian, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, segala bagi Allah, maha suci Allah, tiada sesembahan yang benar kecuali Allah, Allah maha besar, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertongan) Aallah, Ya Allah, ampunilah (doasa-dosa)ku.” (HR. Bukhari no. 1103, Abu Dawud no. 5060 dan At-Tirmidzi no. 3414)

Baca juga: doa nabi yunus

Membaca Doa Perlindungan

 

Ketika kita terbangun karena mimpi buruk maka disunnahkan untuk membaca doa ini:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

(“A’uudzu bikalimaatillahit taammati min ghadhoobihi, wa iqoobihi, wa syarri ‘ibaadihi, wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruun.”)

“Aku berlindung dengan nama Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari bisikan-bisikan syaitan, dan dari kedatangan mereka kepadaku”.(HR. Abu Dawud 4/12 dan An-Nasa’i, Disahihkan oleh Al-Albani)

Melaksanakan Wudhu dan Shalat

 

Selanjutnya hadis yang dijelaskan dari Rasulullah tentang jenis-jenis mimpi dan darimana datangnya;

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهِ الْمَرْءُ نَفْسَهُ

“Mimpi itu ada tiga macam: mimpi yang benar, mimpi bisikan perasaan, dan mimpi ditakut-takuti setan. Barangsiapa bermimpi yang tidak disukainya (mimpi buruk), maka hendaklah dia melaksankan shalat.”(HR. At-Tirmidzi 2280 dan dishahihkan Al-Albani)

Sunnah Bangun Dari Tidur

 

Sunnah yang di contohkan Nabi ketika bangun tidur, ini ada beberapa sunnah yang dilakukan oleh Nabi SAW.

  1. Mengusap wajah
  2. Membaca dzikir bangun tidur

Semoga kita tidak lalai dengan apa yang telah disunnah oleh dari Nabi shalallahualaihi wasalam dan selalu tetap istiqomah dalam mengamalkan bacaan dzikir dan doa tersebut.

Baca juga: doa nurbuat

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *