doa nurbuat

Doa Nurbuat Yang Sering di Baca

Doa nurbuat adalah sebuah amalan yang sering dibaca oleh masyarakat muslim dengan memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa. Apabila doa nurbuat ini di bacakan dengan berniat ikhlas karena Allah SWT. Bahkan dalam doa nurbuat ini memiliki manfaat untuk memikat, akan tetapi masih banyak keistimewaan yang sudah di lakukan oleh masyarakat yang pernah merasakanya.

Sehingga tidak heran lagi jika doa ini sudah banyak di baca oleh orang tua, bahkan bukan hanya untuk orang tua saja akan tetapi anak muda juga sudah banyak yang mengamalkan doa ini.

Kita harus mengetahui bahwa mengamalan doa nurbuat masih banyak yang diperdebatkan oleh para ulama pada kalangan umat islam. Ada juga diantaranya yang melarang membaca doa nurbuat tetapi sebagian masih ada yang memperbolehkan karena untuk bertujuan niat baik dan hanya kepada allah lah semata.

Oleh karena itu doa bisa dibagi menjadi dua macam yaitu doa maksur dan doa ghoiru maksur

1. Doa Maksur

Doa maksur adalah doa yang ada dalam al quran dan sunnah yang dijadika sebagai doa yang dilakukan pada setelah selesai sholat.

Contohya :


*رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ *

*Robbanaa atinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa azabannaar*

2. Doa Ghoir Maksur

 

Doa ini adalah doa yang dibuat oleh para ulama tetapi tidak ada dalam al quran dan sunnah.

Apa kata Imam ibnu hajar al asqalani dalam kitab fathul bari, “Bila doa itu tidak bercanggah dengan al quran dan sunnah tapi maknanya masih bersuaian dengan al quran dan sunnah silahkan amalkan.”

Contohnya :

***اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ***

***ALLOOHUMMA INNAA NAS-ALUKA SALAAMATAN FID DIINI WA ‘AAFIYATAN FIL JASADI WA ZIYAADATAN FIL ‘ILMI WA BAROKATAN FIR RIZQI WA TAUBATAN QOBLAL MAUTI WA ROHMATAN ‘INDAL MAUTI WA MAGHFIROTAN BA’DAL MAUTI***

Jadi, harus kita pahami tentang bagaimana sejarah asal usul doa nurbuat ini untuk kita lebih yakin lagi. Ketika itu Nabi Shalulluhualaihi wasalam sedang mengobati cucu beliau yang ketika itu sedang mengalami sakit pada bagian matanya dan cucunya itu pun hasan dan husen berdoa yang telah di ajarkan kepada malaikat jibril seperti doa ini. Pada saat itu penyakitnya langsung sembuh, nah dari sinilah awal doa ini di amalkan oleh banyak orang muslim karena doa ini bisa mengobati penyakit tentunya dari bantuan dari Allah SWT.

Doa Nurbuat

 

 

Kesalahan Dalam Doa Nurbuat

1. Kesalahan dalam secara bahasa

kata pada bagian awal doa nurbuat tidak sesuai dengan kaidah dalam nahwu (tata bahasa Arab). Kalimat yang keliru:

اللَّهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ

Sebenernya, harus dibaca seperti ini

ذَا

Yang huruf alif bukan tambahan huruf ى .

ذِى

Karena Munada Mudhaf harusnya mansub bukan majrur. Namun, keliruan seperti ini terjadi secara berulang-ulang, yaitu di pada bagian ma’thufnya.
Dan kalimat

وَذِى الـمَنِّ القَدِيم
Sebenarnya,
وَذَا الـمَنِّ القَدِيم

Kemudian kalimat

وَذِى الوَجْه الكَرِيم
Sebenarnya
وَذَا الوَجْه الكَرِيم

Selanjutnya kaliamat

وَوَلِيِّ الكَلِمَات التآمات
Sebenarnya
وَوَلِيَّ الكَلِمَاتِ التآمَاتِ

Seharusnya dengan harakat fathah.

2. Kalimat Yang Tidak Beraturan

 

Pada bagian awal doa nurbuat, yang isinya memuji nama Allah, tetapi ada kutipan ayat berbeda:

وَإِن يَكَادُ الذِّينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبصَارِهِم…

“Dan seandainya orang-orang kafir hendak menjatuhkanmu dengan pandangan mata mereka.”
Ayat ini mengisahkan tentang sikap orang kafir yang ingin menyerang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan penyakit ‘ain (penyakit karena pandangan yang hasad). Sehingga mereka bisa mencelakakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jarak yang jauh.
Jika kita perhatikan, ayat ini tidak memiliki keterkaitan langsung ayat ini dengan pujian untuk Allah dalam maknanya.

3. Keutamaan yang Berlebih-lebihan

 

Para pembaca doa ini yang menceritakan bahwa doa nurbuat memiliki banyak sekali keutamaan. Namun, hanya yang berkaitan dengan kesenangan dunia semata saja. Padahal prinsip doa yang diajarkan syariat lebih banyak untuk kepentingan akhirat. Meskipun isinya memohon kebaikan dunia, pasti juga banyak yang diiringi dengan permintaan kebaikan akhirat. Diantara keutamaan yang aneh pada doa ini adalah:

  1. Dapat melihat Jin, dengan bisa merubah rupa.
  2. Dapat lari dari musuh, jika dibaca ketika sebelum keluar rumah.
  3. Dapat menjadi penjaga rumah seperti gangguan jin, sihir, santet dan jenis jin lainnya, jika ditulis atau dibaca lalu disimpan di dalam rumah. (Mungkin inilah yang melatar-belakangi kebiasaan orang yang menggantung jimat di depan rumah).
  4. Bisa melihatkan hal-hal yang menurut kita indah, jika dibaca 100 kali pada malam Sabtu.
  5. Bisa awet muda jika dibacakan setiap malam Minggu.
  6. Bisa menjadikan wajah lebih kelihatan tampan atau cantik jika dibaca setiap malam Kamis.

Dari uraian yang telah kalian baca di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak mungkin doa nurbuat berasal dari ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena itu, tidak selayaknya untuk dibaca.

Allahu a’lam.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *