Pengertian, Ciri-Ciri Hikayat, Contoh dan Struktur Hikayat

Ciri-ciri hikayat – Hallo guys, masih bersama kami di muklisin.com, pada kesempatan kali ini kami akan memberilkan tentang pengertian hikayat, ciri-ciri hikayat, struktur hikayat dll.

Oke, Pernah tidak kalian mendengar ceritanya si Abu Nawas dan Hang Tuah? Nah, itu termasuk contoh hikayat.
Sekarang apa yang dimaksud dengan hikayat? Untuk lebih jelas simak saja sampai selesai di bawah ini ya.

Pengertian Hikayat

 

ciri-ciri hikayat
https://pixabay.com

Hikayat adalah salah satu karya sastra melayu dahulu yang berbentu prosa, yang berisi tentang cerita, kisah, dan dongeng.
Untuk menghiburan masyarakat dengan mengisahkan tentang kehebatan, kekuatan dan kesatriaan yang dimiliki tokoh utama tersebut. Supaya masyarakat dapat semangat untuk berjuang dan menjaga kepahlawanan.

Hikayat ini berasal dari bahasa arab haka yang berarti cerita atau kisah, yang bertujuan untuk menghibur, manambahkan semangat, dan untuk berkumpul bersama.

Sebenarnya hikayat atau cerita ini yang isinya adalah hal-hal yang tidak masuk akal dan terkadang cerita tersebut susah untuk dimengerti karena kata-katanya yang mengandung dalam bahasa melayu klasik. Sehingga susah untuk dimengerti oleh pembaca atau pendengar.

Sekarang hikayat sudah mulai berkembang dan sudah banyak cerita hikayat yang dapat dipahami, sehingga banyak orang yang ingin membacaanya.

Ciri-Ciri Hikayat

 

https://pixabay.com

Ada beberapa ciri-ciri hikayat yang sering digunakan oleh para raja, permaisuri, pangeran, dan putri raja yang memiliki hubungan keluarga raja. Berikut ini adalah ciri-ciri

  1. Peristiwa yang mengenai tentang nilai-nilai keislaman
  2. Cerita yang mengisahkan tentang kehidupan didalam kerajaan
  3. Tokoh yang memiliki banyak kelebihan dari pada manusia umunnya
  4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa melayu
  5. Hikayat yang bersifat Anonim yang tidak jelas nama pengarangnya
  6. Cerita yang digunakan pernyataan yang sering diulang-ulang
  7. Hanya bersifal centris artinya yang bersifat kaku
  8. Menggunakan imajinatif atau yang bersifat kekal
  9. Sulit memahami alur ceritanya
  10. banyak menggunakkan kata yang tidak lazim.

Struktur Hikayat

 

https://muklisin.com

Struktur hikayat ini bisa terbagi menjadi 5 unsur, yaitu

1. Orientasi

Ini merupakan teks yang berkaitan dengan waktu, keadaan, maupun tempat yang berkaitan dengan isi cerita hikayat tersebut.

2. Abstraksi

Adalah suatu ringkasan inti dari cerita yang dikembangkan menjadi suatu rangkaian peristiwa atau gambaran yang ada didalam cerita. Absatrak ini bersifat opsional atau juga tidak memakai teks abstrak.

3. Komplikasi

Komplikasi ini yang berisi tentang sebab dan akibat yang sesuai dengan urutan kejadian-kejadian yang didalam cerita. Pada bagian ini kita bisa mendapatkan karakteristik atau watak dari tokoh cerita yang bermunculan.

4. Evaluasi

Biasanya konflik ini terjadi ketika mengarah pada klimaks mulai mendapatan untuk menyelesaikan konflik tersebut.

5. Resolusi

Solusi terhadap permasalahan yang dialami oleh si pengarang yang mengungkapkan oleh si tokoh dan pelaku.

Karakteristik dan Ciri-ciri Hikayat

 

Karakteristik hikayat ini yang membedakan dengan bentuk narasi namun teks narasi termasuk juga hikayat. Adapun karakteristik hikayat ini dapat dibagikan menjadi 6 karakteristik.

1. Mengandung Unsur Kemustahilan

 

Salah satu ciri karakteristik adalah teks yang mengandung kemustahilan, dalam segi bahasa maupun cerita. Untuk dapat diartikan sebagai hal yang tidak masuk akal (logis) atau tidak bisa dipahami dalam isi cerita tersebut.

2. Tokoh Cerita Memiliki Kesaktian

 

Salah satu contohnya pada cerita hikayat yang tidak jarang ditemukan unsur-unsur kesaktian para tokoh. Misalkan pada tokoh yang menggambarkan kesaktian yang biasanya dapat dilihat dari ide pokok cerita.

3. Istana Sentris (Berkisah Tentang Lingkungan Raja)

 

Pada umumnya hikayat yang bertema, berlatar, dan yang membahas tentang kerajaan. Oleh sebab itu, para pembaca ini seakan diajak ke dalam alur cerita tentang kehidupan istana.

4. Bersifat Anonim (Penciptaan Tidak Diketahui)

 

Salah satu karakateristik dalam cerita rakyat, termaksud dalam sifat anonim. Anonim artinya kiasan yang menggambarkan seseorang tanpa nama identitas pribadi, pencipta atau pengarang.

5. Menggunakan Bahasa Melayu Klasik

 

Dalam cerita hikayat, bahasa yang digunakan adalah dnegan menggunakan bahasa Melayu Klasik. Oleh sebab itu, ada sebagian kata dalam cerita yang asing dipakai saat ini. Akibatnya, para pembaca pada zaman sekarang yang malas dalam membaca. Maka solusinya menjadikan cerita yang bermanfaat untuk diri pribadi.

Jenis-Jenis Hikayat

 

Adapun jenis-jenis hikayat ini terdiri dari 3 jenis hikayat berdasarkan isinya dan nilai historis. Berikut penjelasan dibawah ini:

1. Berdasarkan Asalnya

 

Berdasarkan asalnya dapat di bagi menjadi 4 macam yaitu,

  • Pengaruh Bangsa Arab, contohnya hikayat seribu malam
  • Pengaruh Bahasa Melayu Asli, contohnya hikayat Indera Bangsawan.
  • Pengaruh Bahasa Jawa, contohnya hikayat Panji Semirang.
  • Pengaruh Hindia, contohnya Hikayat Sang Boma.

2. Berdasarkan Isinya

 

  • Jenis Rekaan, contohnya hikayat Malimah Dewa.
  • Jenis Biografi, contohnya hikayat Sultan Ibrahim.
  • Jenis Sejarah, contohnya hikayat Hang Tuah dan sebagainya.

3. Berdasarkan Nilai Historis

 

  • Hikayat berunsur Hindu, contohnya hikayat Mahabharata.
  • Hikayat berunsur islami. contohnya hikayat jenis 1001 malam (abu nawas)
  • Hikayat berunsur Hindu-Islam, contohnya hikayat Jaya Lengkara.

Fungsi Ciri-ciri Hikayat

Pada umunya hikayat mampu membangkitkan semagat bagi para pembacanya. Fungsi hikayat ini bisa menjadikan penghibur, pengobatan pelipur lara, sampai untuk pembelajaran dalam kehidupan kerajaan.

Unsur-Unsur Hikayat


https://muklisin.com

Setelah kita mengetahui fungsi dan jenis-jenis hikayat, dan sekarang akan membahas tentang beberapa unsur hikayat. Unsur hikayat ini bisa dibangi menjadi 2 unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Namun unsur-unsur hikayat ada beberapa bagian yaitu:

1. Ide atau Tema 

 

Ide atau tema ini adalah dasar dari sebuat cerita hikayat, yang akan didapatkan pada cerita atau pada kisah-kisah aktual yang menjadikan sumber dari berbagai kitab keagamaan dan berbagai sumber lainnya. Pengarang biasanya mengembangkan suatu tokoh, alur, gaya bahasa dan unsur-unsur intrisik lainnya.

2. Sudut Pandang

 

Sudut pandang di dalam hikayat adalah sebagai posisi atau cara pandang pengarang tersebut. Biasanya hikayat mengambil sudut pandang pertama (yang menjadi tokoh utaman), atau sudut pangang orang ke tiga (yang berperan sebagai pengamat dalam hikayat yang dibuat).

3. Penokohan

 

Dalam hikayat pasti ada tokoh-yokoh yang dilibatkan seperti penokohan antagonis (Karakter yang melawan karakter utama atau protagonis), tokoh protagonis (tokoh utama yang melawan antagonis atau seorang pemeran utama) dan tokoh-tokoh lainnya.
Penokohan juga bisa menceritakan tentang si pengarang baik itu secara fisiknya atau ciri-cirinya maupun yang lainnya.

4. Latar

 

Latar adalah sebuah keterang pada tempat, waktu dan suasana yang terjadi pada suatu peristiwa tersebut.

5. Alur Cerita (Plot)

 

Adalah sebuah struktur rangkaian kejadian yang merupakan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi. Plot ini terdiri dari pengenalan cerita, pengenalan peristiwa, konflik, dan penyelesaian konflik.

6. Gaya

 

Biasanya pengarang menggunakan berbagai macam gaya seperti majas, perbandingan, sindiran, penegasan dan majas pertentangan.

7. Amanat

 

Adalah pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis kepada si pembaca sebagai nilai kehidupan untuk dapat di contoh atau sebagai teladan. Oleh karena itu, si pembaca harus lebih mengetahui hikayat sampai tuntas.

8. Latar Belakang Cerita

 

Adalah dasar atau titik tolak untuk memberikan pembaca supaya dapat memahami isidalam hikayat tersebut, dalam latar belakang kondisi ideal yangmencangkup tentang keadaan atau yang diharapkan. Dengan begitu si pembaca lebih mengetahui latar belakang dalam cerita tersebut.

9. Nilai-Niai Kehidupan

 

Nilai dala kehidupan adalah untuk mempengaruhi terbentuknya sebuah rakyat dengan nilai moral, agama, dan budaya. Dapat kita ketahui bahwa nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh seorang pengarang yang didominan oleh masyarakat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *