Cerpen Anak Islami Di Pondok

 

Salam hormat saya kepada: Kh. Umar habibie,

Selaku pemimpin yayasan pondok pesantren maryam muraith (ppmm) dan para pengurus, serta para guru-guru dan sahabat sekalian. Izin kan saya untuk menulis tentang pengalaman pribadi saya dan bersama teman-teman.

Oke langsung saja saya tulis!

Mungkin pada artikel ini kami akan menceritakan tentang cerpen anak islami yang menjadikan sebagai contoh dalam hidup anak seorang.

Jadi gini ceritanya pada tahun 2008, ayah saya meninggal dunia karena sakit yang di deritanya cukup parah selama  2 tahun. Waktu itu saya masih berumur 9 tahun dan masih duduk dibangku kelas 4 SD. Bayangkan jika ayah kamu meninggal, apa yang kamu rasakan?

Dan hari itu adalah hari pertama kali yang saya rasakan bagaimana kehilangan seorang ayah, dan ketika itu saya hanya bisa menaggis saja. Saya sebagai anak hanya bisa berdo’a di setiap shalatku, hanya do’a lah yang saya bisa membantu ayah di alam kubur.

 

Ayah, walau ragamu tak lagi di sisi, walau kita tidak lagi berpijak pada bumi yang sama, dan walau kini kita telah berbeda dimensi, aku percaya di suatu tempat sana doa dan harapan tulus kami akan selalu sampai padamu melalui tuhan.

Ayah, tetaplah tersenyum di pangkuanNya. Tunggulah kami yang kini sedang mengantri untuk menjadi sepertimu, menanti panggilan itu karena sesungguhnya yang berjiwa pasti akan merasakan pergi. Semoga kita bisa dipertemukan lagi di surgaNya.

Haduh, air mata mulai berkaca-kaca, rasanya air mata tak bisa tertahan lagi seperti air terjun yang menetes yang sangat deras. Karena sudah takdir allah saya terima dengan sabar dan lapang dada, hanya do’a-do’a  anak yang sholeh dan sholeha yang bisa menolong beliau di akhirat.

 

Cerpen Anak Islami Awal Masuk Di Pondok

Selang berapa hari dari ayah saya meninggal, ibu saya menyarankan untuk masuk pondok yang letaknya ngak jauh dari rumah saya dan itu khusus untuk anak yatim dan piyatu.

Biasanya ada kumpulan untuk anak asuh setiap hari jum’at sore. kadang juga kalau misalkan ada tamu undangan atau santunan dari para donatur gitu. dan itu ngak mesti ada santunan, kalau keseharianya sih ngaji sore sekitar jam 3 sampai selesai shalat asar, tempatnya juga lumayan bagus.

Bagi yang masih SD belum boleh untuk menginap di asrama cuma santri SMP dan SMA yang boleh menginap. Disitu juga  bukan santri putra saja tapi ada juga yang putri nya, disebelah jalan hanya tempat shalat yang sama dalam satu Masjid.

Saya merasa senang dengan punya kehidupan yang baru, disitu karena banyak teman yang sama-sama tidak punya ayah dan ada pula di tinggal kedua orang tuanya.

Ketika waktu SMP kami mulai bermalam dipondok, karena pondok kami tidak seketat pondok yang kalian kenal. Disini tidak banyak aturan-aturan dan boleh membawa HP,dan sepedah motor asalkan tidak di gunakan untuk yang hal-hal negatif.

Dulu ketika SMP berangkat sekolah dari pondok karena dulu sekolahnya di luar pondok jadi harus sekolah diluar pondok.

 

Cerpen Anak Islami Kegiatan Sehari-hari

Ketika pagi menjelang jam 04.00 pagi kegiatan pesantren sudah mulai muncul aktivitas, ada yang sholat tahajud, sudah mandi, tadarus , belajar dan berbagai macam aktivitas yang layaknya dilakukan oleh seorang santri.

Kegiatan Malam

Kegiatan pada malam hari biasaya setelah mangrib makan bareng sampai menunggu shalat isya. Belajar malam setelah shalat isya dengan para asatidz sampai jam 9 malam, setelah itu tidur sampai jam 10.00 malam.

Kami juga sering bermain bola bersama, canda dan tawa, untuk mengisi waktu luang yang kosong. Di sinilah saya menghabiskan waktu muda dengan menambah kegiatan yang ada dipondok. Kami berterima kasih kepada abah kami yang sudah membangun pesantren maryam murith ini, untuk anak asuh yang ada di desa sukomulyo.

Kegiatan Mandiri

Di situ juga banyak teman-teman yang sama menggaji dan dulu pesantrennya ngak seperti yang sekarang ini, sudah banyak pembangunan. Bahkan sekarang sudah meritis sekolah SDIT dan SMPIT. Mudah-mudahan bisa sampai tingkat perkuliahan dan memiliki fasilitas yang cukup.

Kebersamaan kami yang tidak dapat terlupakan dengan sahabat-sahabatku dan seperjuangan, semoga kita tetap bisa bersama dan jangan ada kebencian diantara kita semua. Teringat ketika kita bersama-sama ngaji bareng, belajar bareng, main bareng dan makan bareng, trima kasih sahabatku yang telah memberikan waktu bisa bersama kalian.

Bagi teman-teman yang pernah merasakan kehidupan di pesantren tentunya terkadang merasakan indahnya hidup di pesantren. Ada suka dan ada duka, hidup berjama’ah dengan teman-teman. Merasakan indahnya kebersamaan, makan bersama, tidur bareng, sholat berjamaah, belajar bareng dan seabrek kegiatan yang sudah ditetapkan oleh pesantren.

Cerita Anak Islam Dalam Kehidupan

Di tempat ini kami besama. Memang kehidupan dipesantren dapat membuka wacana seseorang. benar ngak teman-teman?tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan tanpa keegoisan semata, ketika ada sahabatnya sakit bersama-sama membantu, mencucikan baju, menjaganya sampai merawatnya hingga sembuh.

Subhanallah, benar-benar indah bukan? Ketika shubuh menjelang, bersama-sama kita pergi ke Masjid, sholat shubuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tadarrus dan kajian, lantas piket membersihkan pesantren agar nampak indah dan bersih.

Selepas itu mandi dan ke sekolah. Ketika menjelang sore, kembali kita menyibukkan diri untuk tetap mengingat Allah, sholat magrib, hafalan, kajian dan belajar. Akan tetapi, terasa lebih indah apabila semua itu dilaksanakan semata-mata untuk mencari ridho Allah.

Seberapapun amal kita, apabila dilakukan dengan niat tabarruj maka tidak ada berkahnya. Bukan pahala yang didapatkan. Satu hal yang membuat aku menjadi persahabatan yang tidak aku dapatkan dipesantren lain adalah  ke keluargaannya yang bikin aku betah.

Sewaktu pertama kali aku tinggal dipesantren benar-benar dech, Serasa berada di dunia lain. Aku yang tak biasa makan bersama dalam 1 piring, tak biasa mencuci baju sendiri, tak biasa mengepel lantai, nyapu, buang sampah, membersihkan kamar mandi piket, merasakan ini benar-benar sebuah paksaan.

Tetapi setelah 1 tahun aku tinggal di pesantren aku baru bisa merasakan betapa nikmatnya hidup di pesantren. Seakan selalu mengingat akhirat dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Insya Allah.

Namun, dibalik semua itu tidak semua anak yang dimasukkan oleh orang tuanya ke dalam pesantren adalah anak yang benar-benar baik, ada juga anak yang memang nakal dan tujuan orang tuanya memasukkan ke dalam pondok adalah agar dia dapat terwarnai oleh teman-temannya yang sholeh-sholehah.

Cerpen Anak Islami Yang Baik

Bukan malah dia yang terwarnai akan tetapi kadang-kadang kehadiran santri bengal ini justru mewarnai teman-temannya agar menjadi nakal seperti dirinya.

Dan aku merasakannya di dunia pondok ini, ada aja ulah santri yang terkadang hampir-hampir saja aku ikut terjerumus. Tanpa rasa takut ada aja yang dengan bangga menyanyikan lagu-lagu yang kurang sopan seperti dangdutan dan lain-lain.

Ada yang dengan Pedenya menggunakan hot pants deuh…. deuh….. cape dah. Adalagi yang selalu saja menyalahkan teman-temannya, menganggap dirinya paling benar.Ada juga yang merasa dirinya paling cantik, paling imut dan paling bersih padahal kalau kita berkunjung ke rumahnya aja ups… kotor bin kumuh. Ada lagi yang selalu mencari-cari kesalahan oranglain.

Ada yang cuek, ada yang suka membuang sampah sembarangan bisa-bisanya makan lantas sampahnya diletakkan disamping kasurnya ughhh, ada yang lebih parah dunia pesantren identik dengan kudis dan kutu kalau satu santri udah kena pasti dijamin yang lain akan kena. Waduh ngeri, ada -ada saja kejadiannya.

Yah beginilah kehidupan pesantren kita harus bisa membedakan yang baik dan yang benar. Karena semua itu adalah proses kita sebagai manusia dalam hidup. Mungkin hanya ini saja yang dapat saya tulis. Apabila banyak kesalahan dan keliruan saya minta maaf. Terima kasih sudah membacanya.

 

Demikian, wassamualaikum

Salam Pesantren Maryam Muraith

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *