5 Keutamaan Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Lengkap & Makna)

Bacaan tasbih – Hadirin sahabat muklisin, pada kesempatan kali ini kami ingin menyampaikan sedikit ilmu yang kami miliki, secara lengkap mengenai bacaan tasbih, tahmid dan takbir. Itu semua akan kami bahas di artikel ini.

Sebagai umat muslim dianjurkan untuk membaca dzikir setiap hari untuk mengingatkan rasa cinta kita terhadap sang maha pencipta yaitu Allah swt.

Keutamaan Bacaan Tasbih, Tahmid dan Takbir

bacaan tasbih
kaizensmart.com

Setiap bacaan tasbih, tahmid dan takbir adalah bacaan sholawat yang sering kita baca ketika selesai sholat. Ada banyak keutamaan-keutamaan yang perlu kita ketahui terlebih dahulu, kemudian kita amalkan, agar mendapatkan nilai pahala di sisi Allah swt.

Salah satu amalan yang bisa kita lakukan adalah membaca kalimat tasbih, tahmid dan takbir. Masing-masing kita baca tiga puluh tiga kali dan mungkin masih banyak bacaan-bacaan yang lain, untuk biasa kita baca setelah selesi shalat 5 waktu. Supaya terbiasa untuk mengingat dan menyebut nama Allah dan menambah amalan-amalan harian.

Hadis yang diriwayatkatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di hamparan lautan.” (HR. Muslim no. 597).

 

bacaan tasbih
Hijaz.ID
  1.  Dapat menghapuskan atau menghilangkan dosa-dosa yang telah kita lakukan baik yang telah beralu, sekarang atau yang akan datang. Nabi SAW bersabda: “Apakah salah seorang tidak sanggup untuk mengusahakan seribu kebaikan setiap hari? “Maka ditanyakan kepada beliau: “Bagaimana hal itu dapat diusahakan ya Rasulullah?” Berliau Berkata; “Yaitu bertasbih kepada Allah 100 kali, dengan tasbih tersebut dicatatat 1.000 kebaikan untuknya dan dihapuskan dari padanya 100 keburukan (dosa),” (HR. Muslim)
  2. Mendapatkan ampunan dari semua dosa yang telah di lakukan, baik yang telah lewat maupun yang sedang terjadi, bahkan dapat memberatkan amal timbangan di akhirat nanti di hadapan Allah SWT.
  3. Allah menjanjikan (bagi orang-orang banyak berdzikir kepadanya) yaitu balasan surga bagi siapa yang membiasakan membaca zikir. “Barangsiapa yaang mengucap subhanallah wa bihamdihi (maha suci Allah dengan puji-Nya), maka ditanamkan sepohon kurma di surga “. (HR. Tarmidzi)
  4. Ucapan tasbih dapat menjadi salah satu alat bukti (kesaksian) bagi perbuatan seseorang di hari kiamat (yaumulhisab).
  5. Tasbih adalah salah satu bacaan yang paling di sukai Allah. Seperti bacaan tasbih seperti membaca subhanallah (maha suci allah ), walhamdulilah (segala puji bagi allah), allahu akbar (allah maha besar), dan laaila ha illallahu wallahu akbar (tiada tuhan melainkan Allah dan Allah maha besar).” (HR. Muslim)

Pengertian Bacaan Tasbih

 

Tasbih berarti mensucikan Allah SWT dari sifat-sifat mahluk-Nya, sementara tahmid adalah memuji Allah, tuhan semesta alam dan takbir bermakna mengagungkan kebesaran Allah SWT. Allah berfirman dalam al-qur’an: “Hai orang-orang yang beriman! Berdzikirlan (mengingat) kepapda Allah dengan berdzikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”.(Al-Ahzab 41-42 ).

Dalam hadis disebutkan. Pernah datang sekelompok seorang miskin mengadu kepada Rasullulah. Mereka mengadu karena orang-orang kaya dengan hartanya yang bisa mendaptkan kedudukan  yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Orang kaya dapat melaksanakan shalat, seperti juga orang miskin melakukanya. Namun orang-orang kaya yang memiliki kelebihan disebabkan hartanya sehinga bisa beribadah haji dan umrah.

Mendengar aduan tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku sampaikan kepada kalian yang dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada yang mengalahi derajat kalian sehingga bisa menjadi yang terbaik di antara kalian, kecuali melakukan amalan berikut kalian baca tasbih, tahmid dan takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali…”. ( HR. Bukhori )

Bacaan Takbir, Tahmid, dan Takbir Selepas Shalat

 

bacaan tasbih
armaila.com

Setelah selesai melaksanakan shalat, hendaknya membaca tasbih atau bacaan zikir sesuai yang di anjurkan nabi SAW yaitu membaca iftighfar, bacaan tahlil, kalimat tauhid, surah al-fatiha ayat kursi, tasbih, tahmid, dan takbir. Sebab bacaan zikir tersebut terkandung berbagi macam  keutamaan yang sangat agung dan untuk kepentingan dunia maupun akhirat.

Bacaan zikir setelah shalat adalah bacaan macam-macam kalimat yang agung dan do’a. Di dalamnya terdapat bacaan istighfar, bacaan tahlil, kalimat tauhid, surat al-fatiha, ayat kursi, bacaan tasbih, tahmid, takbir, dll.

Sebagaimana yang telah kami bahas di atas, bacaan zikir setelah shalat ini berupa kumpulan kalimat thayyibah dan doa. Yang mana bacaan itu mengandung kalimat yang tepat untuk berzikir dan untuk tempat mengingat Allah. Lebih jelas lagi, akan saya urutkan bacaan zikir setelah shalat:

  •  Membaca istighfar 3 kali
  • Membaca kalimat tauhid 3 kali
  • Membaca doa selamat 3 kali
  • Membaca surat alfatihah 1 kali
  • Membaca ayat kursi 1 kali
  • Membaca tasbih 33 kali
  • Membaca tahmid 33 kali
  • Membaca takbir 33 kali
  • Membaca kalimat tauhid yang disambung dengan bacaan hauqolah.

1. Membaca Istighfar

 

3 x أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laaailaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih.

” Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dzat yang maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus mahluknya tiada berhenti dan aku bertaubat kepada-Nya”.

2. Membaca Kalimat Tauhid

 

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laaailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.

Artinya:

“Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginyanya. Hanya miliknyalah segala kerajaan dan hanya milik tuhan  segala puji, dialah dzat yang maha kasih atas segalanya”.

3. Membaca Doa Selamat

 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Doa selamat :

“Allaahumma antas salaam waminkas salaam wa ilaika ya’uudus salaam fahayyinaa robbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaros salaam tabaarokta robbanaa wa ta’aalaita yaa dzal jalaali wal ikroom”.

Arti doa selamat :

“Ya Allah, enkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahtraan), hanya darimu lah keselamatan (kesejahtraan) dan kepadamu lah segala (kesejahtraan) itu kembali. Maka hidupkan lah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtra), maasukkan kami ke dalam surgamu rumah keselamatan (kesejahtraan). Engkaulah Dzat yang berkah wahai tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya tuhan kami yang Dzat memiliki keagungan dan kemuliaan”.

 4. Membaca Surah Al-Fatihah

 

Al-Fatiah Ayat 1

Al-Fatiah Ayat 2

Al-Fatiah Ayat 3

Al-Fatiah Ayat 4

Al-Fatiah Ayat 5Al-Fatiah Ayat 6

Al-Fatiah Ayat 7

Arti Surah Al-Fatiha:

[1] Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang 

(maha pengasih di dunia dan di akhirat) lagi maha penyayang (maha penyayang di akhirat)

[2] Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam

[3] Dzat yang maha pengasih (di dunia dan akhirat) lagi maha penyayang (di akhirat)

[4] Dzat yang menguasai hari pembalasan (hari kiamat) [4] Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan

[5] Tunjukilah kami ke jalan yang lurus (shirotol mustaqim)

[7] Yaitu jalanya orang-orang yang engkau beri nikmat bukan jalanya orang-orang yang Engkau murkai (ghadap) dan bukan pula jalanya orang-orang yang sesat.

5. Membaca Ayat Kursi

Bacaan Ayat Kursi Latin:

Allaahu laaailaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta’ khudzuhu sinatuw walaa naum, lahu maa fis samaawaati wa maa fil ardl, mandzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, walaa yuhiithuuna bisyaim min ‘ilmihii illa bimaa syaaa’, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardl, walaa yauduhuu hifdzuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adziim.

Arti Ayat Kursi:

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.

6. Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 X

 

إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ

(33x) سُبْحَانَ اللهِ

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
(33x) اَلْحَمْدُ ِللهِ

اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةِ
(33x) اللهُ أَكْبَرُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ

Ayat Kursi Latin:

Ilahanaa robbanaa anta maulanaa Subhanallah

Subhanallah 33 x
Subhanallah wa bihamdih daiman abadan Alhamdulillah

Alhamdulillah 33 x
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin ‘ala kulli haalin wani’mah

Allahu akbar 33 x

Allaahu akbaru kabiirow wal hamdulillaahi katsiirow wasubhanallaahi bukrotaw wa ashiilaa, Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim.

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir Menurut Al-quran dan Hadist

 

bacaan tasbih
inspiradata.com

Perintah berdzikir dan bertasbih kepada Allah sebenarnya banyak di dalam Al-quran dan hadist Rasulullah. Karena banyaknya anjuraan dan perintah-perintah kepada umat muslim yang memandang rendah amalah-amalan ini. Diantara mereka banyak yang tidak habis pikir bahwa keutamaan berzikir merupakan kegiatan yang menyia-nyiakan.

Untuk membangkitkan semangat kita berzikir dan bertasbih mengagungkan nama Allah, berikut kami sampaikan beberapa yang telah dianjurkan menurut Al-quran dan hadist untuk mengucapkan zikir dan tasbih. Mudah-mudahan hati kita tersentuh dan tertarik untuk melaksanakan apa yang telah di perintahkan kepada Allah dan Rasul.

Anjuran Yang Terdapat di Dalam Al-quran

 

Ada banyak anjuran tentang berzikir dan bertasbih pada waktu yang telah ditentukan mulai dari dzikir pagi, dzikir petang dan malam hari bahkan setiap setelah mengerjakan selesai shalat. Baik ketika di dalam masjid atau di dalam rumah.

1. AL-AHZAB 41-42

al-ahzab-41-42

Aartinya:

41. Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebuat nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya   

 42. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

2. AL-JUMU’AH 10

al-jumuah-10

Artinya:

10. Apabila telah di tunaikan shalat, maka berterbaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-bayak supaya kamu beruntung.

3. AL-A’ROF 205

Al A'raaf 205

Aartinya:

205. Dan sebutlah (nama) tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suar, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

4. AL-AHZAB 35

ahzab 35

Artinya:

35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

5. AL-ISRA 44

Al Israak 44

Aartinya:

44. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada satupun melainkan bertasbih memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.sungguh dia, maha penyantun lagi maha pengampun.

Anjuran Yang Terdapat Di Dalam Hadist

 

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَ قَالَ: اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ، وَ مِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ. قَالَ اْلوَلِيْدُ: فَقُلْتُ ِلـْلاَوْزَعِيّ: كَيْفَ اْلاِسْتِغْفَارُ؟ قَالَ: تَقُوْلُ اَسْتَغْفِرُ اللهَ، اَسْتَغْفِرُ اللهَ. 

Dari Tsauban, dia berkata : Dahulu Rasulullah SAW apabila selesai dari shalat, beliau memohon ampun (membaca istighfar) tiga kali. Lalu beliau membaca, “Alloohumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta dzal jalaali wal ikroom“. (Ya Allah, Engkau Maha Selamat, dan dari Engkaulah datangnya keselamatan. Engkau Maha Berkah, wahai Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia). Al-Walid (perawi) berkata : Aku bertanya kepada Al-Auza’iy, “Bagaimana bacaan istighfar itu ?”. Al-Auza’iy menjawab, “Astaghfirullooh, astaghfirullooh”. (Aku mohon ampun kepada Allah, aku mohon ampunan kepada Allah). [HR. Muslim juz 1, ha. 414]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص: مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِى دُبُرِ كُلّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَ ثَلاَثِيْنَ وَ حَمِدَ اللهَ ثَلاَثًا وَ ثَلاَثِيْنَ وَ كَبَّرَ اللهَ ثَلاَثًا وَ ثَلاَثِيْنَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَ تِسْعُوْنَ. وَ قَالَ تَمَامَ اْلمِائَةِ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ، وَ لَهُ اْلحَمْدُ، وَ هُوَ عَلَى كُلّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَاِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ اْلبَحْرِ.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa yang setiap habis shalat membaca tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali,tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali, takbir sebanyak tiga puluh tiga kali, yang demikian itu berarti sembilan puluh sembilan kali”. Nabi SAW bersabda, “Dan genap seratusnya ia mengucap, Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. (Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia atas segala sesuatu berkuasa), maka akan diampuni dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di laut”. [HR. Muslim juz 1, hal. 418]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *