Bacaan Sholat Muhammadiyah Lengkap Yang Benar

Bacaan Sholat Muhammadiyah – Sebelum admin melanjutkan pembahasan tentang bacaan sholat lengkap. Alangkah baiknya megetahui terlebih dahulu mengenai pengertian sholat, hukum, dan apa tujuan sholat wajibnya.

Sebelumnya kita bahasa pengertian sholat itu apa? Oh ya, sebenarnya admin sendiri adalah pernah menjadi santri di beberapa Pondok Pesantren di Pulau Jawa selama beberapa tahun.

Pengertian sholat adalah solat secara bahasa adalah doa, sedangkan menurut istilah sholat adalah suatu bentuk ibadah yang dilakukan secara rutin untuk mengharap ridho dari Allah swt. Yang di awali dengan membaca takbir dan mengakhiri dengan salam dan syarat-syarat yang telah ditentukan.

Hukum sholat adalah wajib untuk umat beragama Islam ketika Aqil Baligh.  Sebagaimana yang telah di perintahkan oleh Allah Swt dalam surah Al-Baqara ayat 43.

Niat Sholat Muhammadiyah

Semua ulam sepakat bahwa, niat sholat wajib lima waktu. Hanya mereka yang berpendapat berbeda dengan syarat atau rukunya. Mazhab Hanafiyah dan Hambaliyah mengatakan, bahwa niat itu adalah syarat sholat lima waktu. Oleh karena itu, niat itu`wajib dibaca ketika melakukan sholat wajib.

Baca  juga : Bacaan Tawasul Lengkap Dengan Latinya

Bacaan Sholat Muhammadiyah

Anda dapat memperhatikan gerakan dan bacaan sholat lengkap melalui video diatas.  Untuk urutannya adalah sebagai berikut:

1. Takbiratul Ikhram

gerakan sujud
muklisin.com

Sebelum melakukan takbiratul ikharam, berdiri lurus dengan menghadap qiblat, muka agak di tundukkan dan mata melihat ketempat sujud, kedua belah tangan harus disisi kanan dan disisi kiri serta berniat dalam hati untuk mendirikan shalat dengan khusyuk dan ikhlas karena allah.

Kemudian mengangkat kedua telapak tangan sejajar dengan bahu, ibu jari sejajar dengan telinga dana kedua telapak tangan menghadap kearah qiblat. Lalu takbir “ALLAHUAKBAR”, selanjutnya meletakkan kedua telapak tangan kanan di atas punggung telapak tanagn kiri dengan menggenggam tangan kiri  dan di letakkan di atas dada, kemudian dilanjutkan dengan membaca iftitah (HR. Jama’ah).

PenjelasanMendalami Bacaan Sholawat Nabi Yang Disunnahkan

 

2. Bacaan Iftitah

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

 

“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkan aku dari kesalahanaku dan kesalahan kesalahan ku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran, ya Allah, cucilah aku dari kesalahan ku dengan salju dan es”.

3. Membaca Surah Al-Fatihah

Membaca surah al-fatihah dengan sebelumnya membaca ta’awudz tanpa dikeraskan, kemudian membaca bismillah dan dilanjutkan membaca al-fatihah sampai selesai.

 

Surah Al-fatihah

Selanjutnya Mengucap “Amin” atau berta’mim,  dan dilanjutkan dengan membaca ayat Al-Quran.

Bertakbir untuk pindah gerakan (intiqal) dari berdiri rukuk sambil mengangkat tangan sama seperti takbiratul ikhram.

4. Rukuk

gerakan rukuk
muklisin.com

Rukuk adalah meratakan punggung sejajar dengan leher memegang kedua lutut dengan kedua belah tangan dan pandangan tertuju ketempat sujud sambil membaca doa.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

 

“Maha suci engkau , ya Allah! Tuhanku dan dengan puji-Mu ya allah ampunilah dosaku.”

5. I’tida

 

I’tidal atau bangkit dari rukuk untuk berdiri lurus kembali lagi mengangkat kedua tangan sambil membaca “samiallahuliman hamidah” lalu membaca,

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ atau رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

 

Rabbanaa lakal hamdu atau rabbanaa wa lakal hamdu (ada tambahan huruf “wa”).

6. Sujud Pertama

sujud
muklisin.com

Penting Tentang : Bacaan Istighfar Ini Yang Menenangkan Hati

Bertakbirlah tanpa mengangkat tangan menuju gerakan sujud dengan meletakkan kedua lutut lebih dahulu lalu kedua tangan. Kemudian letakkakn dahi, wajah, dan hidung mendahulukan kedua lutut dari kedua tangan saat sujud didasarkan pada hadis dari Wa’il bahwa ia melihat Rasullulah saw.

“Apabila beliau berujud, beliau meletakan kedua lututnya sebelum kedua tangannya, dan apabila bangkit beliau mengangkat kedua tanganya sebelum kedua lututnya” (Hr. At-Tirmizi, An- Nasai, Abu Daud).

Ketika sujud meletakkan kedua telapak tangan sejajar dengan kedua telinga, sedangkan wajah diletakkan diantara kedua telapak tangan, dan kedua kaki di letakkan dimana jari-jari dirapatkan dan dihadapkan kearah qiblat.

Lalu kedua siku tangan diangkat dari lantai dan meranggangkan keduanya dari ketiak dan lambungnya, Nabi Muhammad saw mengajarkan supaya bersikap proposional pada sujud, tidak boleh berlebih -lebihan dengan memanjangkan sujud.

Doa ketika sujud

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

“Maha suci engkau, ya allah! tuhanku dan dengan pujimu ya allah ampunilah dosaku”

7. Duduk Diantara Dua Sujud

duduk diantra dua sujud
muklisin.com

Baca Juga :

 

Adapun tatacaranya adalah dengan cara iftirasy yaitu duduk di atas bentangan kaki kiri dengan menjadikan kaki sebagai firasy / alasa, sementara telapak kaki kanan di tegakkan dengan jari-jari kaka kaki kanan meghadap qiblat.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَاهْدِنِي ، وَارْزُقْنِي

“Ya Allah, ampunilah dosaku berilah rahmat kepadaku, tunjukanlah aku (ke jalan yang benar) selamatkan aku dan angkatlah derajatku”

8. Sujud Kedua

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

“Maha suci engkau, ya allah! tuhanku dan dengan puji-Mu ya Allah ampunilah dosaku”

Gerakan serta bacaanya sama seperti saat sujud pertama, setelah selesainya sujud kedua ini maka berarti selesailah sudah rakaat pertama.

Berdiri pada rakaat kedua dengan cara dan gerakan yang sama dengan cara duduk iftirasy, kemudian  beranjak untuk berdiri sambil kedua tangan diletakan ke lantai dengan berdiri sempurna sambil mengucapkan takbir.

9. Berdiri Rokaat Kedua

Rakaat yang kedua ini cara dan sikap pada rakaat sama dengan rakaat pertama hanya ada perbedaan yaitu, dalam rakaat kedua tangan tidak diangkat seperti pada rakaat pertama (takbiratul ikhram) tetapi hanya cukup membaca takbir dan langsung membaca surah al-fatihah (tidak perlu membaca iftitah).

Lalu dilanjutkan dengan takbir intiqal,

  • Rukuk 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

 

“Maha suci engkau , ya Allah! Tuhanku dan dengan puji-Mu ya allah ampunilah dosaku.”
  • I’tidal

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ atau رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Artinya:

Rabbanaa lakal hamdu atau rabbanaa wa lakal hamdu (ada tambahan huruf “wa”).
  • Sujud

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

“Maha suci engkau, ya allah! tuhanku dan dengan pujimu ya allah ampunilah dosaku”

  • Duduk Diantara Dua Sujud

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَاهْدِنِي ، وَارْزُقْنِي

“Ya Allah, ampunilah dosaku berilah rahmat kepadaku, tunjukanlah aku (ke jalan yang benar) selamatkan aku dan angkatlah derajatku”
  • Sujud Kedua 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

“Maha suci engkau, ya allah! tuhanku dan dengan pujimu ya allah ampunilah dosaku”

10. Duduk Tahyiat Awal

 

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allahumma innii dzolamtu nafsii dzulman katsiiro, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfir lii maghfirotan min ‘indika warhamnii, innaka antal ghofuurur rohiim.

 

Wajib Baca :

 

Adalah dengan cara duduk iftirasy dan langsung mengacungkan jari telunjuk tangan kanan dan tidak menggerak-gerakkan (HR. Al Nasa’i Abu Daud dari Abdullah bin Al-zubayr) serta memajukan ujung jari kaki dimasukan kebawah lengkung kaki kanan.

Duduk iftirasy adalah duduk diatas bentangan kaki kiri dengan menjadikan kaki sebagai firoush / alas. Sementara telapak kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari kaki kanan menghadap qiblat dan meletakkan kedua tangan diatas kedua paha, sehingga ujung-ujung jari rata dengan ujung kedua lutut.  Sedangkan jari-jari tangan kanan dikepalkan kecuali jari telunjuk yang dilancungkan.

Bila shalat yang kita laksanakan adalah shalat subuh 2 rakat maka duduk tahiyat awal mejadi duduk tahiyat akhir dan diakhiri dengan salam. Namun bila shalat yang kita laksanakan lebih dari dua rakaat, maka gerakan duduk tahiyat awal dilanjutkan dengan gerakakan selanjutnya.

 

  • Berdiri Pada Rakaat Ketiga

Gerakan dirakaat ketiga adalah sama seperti gerakan rakaat pertama, namun untuk shalat maghrib tiga rakaat, gerakan rakaat ke tiga langsung di akhiri dan ditutup dengan salam.

  • Berdiri Pada Rakaat keempat 

Bila shalat yang kita laksanakan adalah empat rakaat (Dzuhur, Ashar atau Isya) maka di rakaat ke tiga dilanjutkan dengan rakaat ke empat, seperti rakaat kedua dilanjutkan dengan duduk tahiyat akhir dan diakhiri dengan salam.

11. Duduk Tahyiat Akhir

Langsung menunjukkan jari telunjuk tangan kanan dengan memajukan ujung jari kaki kiri dimasukkan kebawah lengan mata kaki kanan, sedangkan telapak kaki kanan ditegakka dan duduk bertumpu pantat diatas lantai.

Ujung jari kaki kanan menghadap qiblat, kemudiaan membaa tasyahud seperti awal kemudian diteruskan dengan doa.

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ, وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَمَاتِ, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam. Wamin ‘adzaabil qobri. Wamin fitnatil mahyaa walmamaati. Wamin syarri fitnatil masiihiddadjaal.

12. Mengucap Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Dengan memalingkan muka ke arah kanan terlebih dahulu sampai terlihat pipi kanan (terlihat oleh orang lain yang di belakang).

Demikianlah dahsyatnya, makna yang terkandung dalam shalat. Oleh karena itu, kita sebagai umat Nabi Muhammad saw. Kita diwajibkan untuk melaksanakan shalat sesuai dengan perintah Allah swtdalam Al quran dan sesuai tuntunan Nabi saw.

Semoga kita semua dapat selalu senantiasa di berikan kesempatan beribadah oleh Allah swt. Dan semoga ibadah yang kita laksanakan selama ini, mendapat keberkahan dan pahala yang berlipat ganda untuk bekal menghadap sang maha pencipta di akhirat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *