Apa Arti Masya Allah yang Benar dan Maknanya?

Arti masya allah – Masya Allah merupakan frasa yang sering diungkapkan seorang muslim ketika melihat sesuatu yang
membuatnya takjub. Dalam hal ini lebih digunakan kepada ekspresi penghargaan, atau bisa menjadi pengingat bahwa semua pencapaian bisa terjadi karena kehendak-Nya. Namun apa sebenarnya arti

Masya Allah yang asli? Masya Allah bisa diartikan dengan dua makna. Ingin tahu? Baca terus artikel ini untuk menemukan makna dari kata Masya Allah secara lengkap dan jelas.

Arti Masya Allah bisa digunakan untuk memberikan ekspresi ketika sedang melihat sesuatu kebaikan yang mengagumkan. Misalnya ketika seorang petani pergi ke sawah lalu melihat tanaman
padinya bagus, dan seorang peternak melihat sapinya gemuk, dan masih banyak lagi. Pernyataan kekaguman ini juga bisa dijawab. Jawaban Masya Allah bisa dijawab dengan mengucapkan Masya
Allah kembali. Dari sini, seseorang bisa mempunyai ungkapan ekspresi untuk memberikan rasa takjub akan sesuatu.

Arti Masya Allah Lengkap

muklisin.com
arti masya allah

Lafazh Masya Allah ini bisa ditemukan dalam Al Quran Surat Al-Kahfi pada ayat ke 39, yang artinya: “dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “masya Allah, laa quwwata illa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.
Di bawah ini akan dijelaskan kedua makna dari kata masya Allah. Berikut penjelasannya:

I’rab yang Pertama dari “Masya Allah”

I’rab yang pertama dari Masya Allah yaitu dengan menjadikan kata “maa” sebagai isim maushul (kata sambung). Lalu kata tersebut berstatus sebagai khabar (predikat). Sedangkan untuk Mubtada’
(Subjek) dari kalimat tersebut yaitu mubtada’ yang disembunyikan, yaitu “hadzaa”. Dari situ, maka bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah” yaitu “hadzaa maa syaa Allah”. Apabila
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu “inilah yang dikehendaki oleh Allah”.

I’rab yang kedua dari “Masya Allah”

Kemudian untuk I’rab yang kedua dari masya Allah yaitu kata “maa” pada “maa syaa Allah” adalah ma syarthiyyah atau kata benda yang mengindikasikan sebab dan frase “syaa Allah” dengan status
sebagai fi’il syarath atau kata kerja yang mengindikasikan sebab.

Sedangkan jawab syarath (kata benda yang mengindikasikan akibat dari sebab) dari kalimat tersebut tersembunyi, yaitu “kaana”.
Dari situ, maka bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah” yaitu “maa syaa Allahu Kaana” Dari kalimat utuh tersebut jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “apa yang
dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”.

Dengan arti ini maka jelas bahwa segala sesuatu baik itu hal yang menakjubkan atau tidak, merupakan kuasa dari Allah dan tiada yang lain.
Oleh sebab itu, ucapan masya Allah sebenarnya digunakan untuk mengingatkan kita bahwa segala sesuatunya berasal dari Allah.
Jadi, ringkasnya Arti Masya Allah bisa diterjemahkan ke dalam dua terjemahan, yaitu “inilah yang diinginkan oleh Allah” dan “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang terjadi”.

Nah, dari sini apabila melihat hal yang menakjubkan terjadi, maka ucapkan “Masya Allah” dengan arti kita menyadari dan menetapkan bahwa hal yang menakjubkan tersebut adanya karena kuasa dari Allah.
Semoga pembahasan ini dapat diterima oleh kawan-kawan sekalian. Aamiin.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *